David sudah memutuskan untuk melepaskan suny karna hidupnya sudah tak sejalan lagi.
David gak mau membawa suny ke dalam masalah.
Crystal dan aidan sendiri mulai ke hubungan yang lebih serius lagi.
Malam ini keluarga aidan mengajak keluarga chrystal untuk makan bersama, membicarakan kelanjutan hubungan chrystal dan aidan selanjutnya.
"Om tante, nanti malam bisa datang ke rumah saya?"tanya aidan.
"Ada acara apa?"tanya shadam balik.
"Orangtua dan keluarga saya ingin mengajak makan malam."jawab aidan.
Chrystal sendiri, senyam senyum gak jelas karna kesenangan akhirnya di lamar juga walaupun aidan tak setampan dan semaco david dan papihnya.
"Ya udah nanti malam kita ke sana."balas shadam.
"Makasih om, tante."balas aidan senang.
Aidan pun pamit pulang untuk merapihkan rumah, menyambut keluarga chrystal datang.
Sebenarnya aidan merasa minder, chrystal orang kaya raya. Biasanya acara keluarga menyewa restorant mahal tapi apalah daya, aidan orang biasa aja.
Tepat pukul tujuh malam shadam, vallen, chrystal dan david datang ke rumah aidan.
"Itu keluarga calon kamu?"tanya ibu iis.
"Iya, itu jas hitam om shadam, itu tante valen dan yang bersama chrystal adiknya namanya david."jawab aidan.
Para saudara aidan pun kagum melihat keluarga chrystal yang datang dengan mobil mewah dan pakaian formal yang terlihat jelas mahalnya.
Di tambah wajah bule mereka membuat makin kagum.
"Wahh aidan kamu beruntung sekali."ucal bibi aidan.
"Iya bi, mereka semua baik lagi."balas aidan tersenyum.
"Selamat malam."ucap shadam selaku sebagai kepala rumah tangga.
"Selamat malam."jawab semuanya serempak dan langsung mempersilahkan duduk.
"Maaf, rumah kami seperti ini adanya."ucap pak harto.
"Gak masalah."balas shadam.
Semua pun duduk dan saling berkenalan.
Sepupu aidan melihat ke arah david terus.
"Kedip loe."Aidan menyenggol lengan lisa.
"Ih apaan sih."balas lisa malu-malu.
"Ini istri saya valen dan ini adiknya chrystal, namanya david."shadam memperkenalkan.
"Hallo salam kenal semua."balas valen.
"Hallo."jawab mereka semua sama-sama gak resmi.
Karna mengikuti keluarga shadam yang gaul.
"Aduh tampan banget anaknya, buat anak saya ya."ucap bibi aidan ibunya lisa.
"David gimana? Mau?"goda mamih valen.
"No."balas david seperti biasa tanpa expresi.
"David senyum dikit dong."goda chrystal.
Tapi itulah david, tetep gak bisa senyum.
Aidan melihat ke arah chrystal yang terlihat makin cantik malam ini menggunakan dress warna pech rambut di gerai dan makeup minimalis.
"Ehmm."papih shadam berdehem mengaggetkan aidan.
Semua pun tertawa tentunya kecuali david.
Lisa terus melihat david namun david tak merespon sama sekali.
Shadam tau kalo david terus di perhatikan, shadam sangat tau betul kalk hati david sudah untuk suny walaupun david tak pernah mengutarakanya sama sekali.
"Oh ya maksud dan tujuan kami mengundang ada semua kemari, pertama untuk perkenalan, kedua untuk makan malam bersama dan yang terakhir kami ingin meminta chrystal sebagai menantu kami."ucap pak harto.
"Apa tidak bertunangan terlebih dahulu?"tanya mamih valen.
"Aidan bagaimana?"bu iis bertanya ke aidan.
"Langsung nikah aja."balas aidan malu.
"Ngebet nich."celetuk chrystal dengan PDnya.
Tentu saja perkataan chrystal mengundang gelak tawa.
Aidan sendiri senyum sambil garuk-garuk tengkuknya yang tak gatal.
"Terus bagaimana dan kapan?"tanya shadam.
"Rencana bulan depan."balas pak harto.
"Bagaimana chrystal, kamu sudah siap?"tanya papih shadam ke chrystal.
"Gimana ya pih."balas chrystal bingung.
"Ya udah gak usah di jawab sekarang, biar chrystal berfikir dulu."ucap ibu iis.
"Saya setuju, biar chrystal berfikir dulu."sambung mamih valen.
David melihat ponselnya yang terus bergetar dari suny.
David pun keluar sebentar.
"Apa?"jawab david saat mengangkat telfon dari suny.
"Bisa ke sini sekarang. Taman kota."ucap suny.
"Gak."balas david.
"Gue tunggu."suny pun mematikan telfonya.
David memasukan ponselnya kedalam saku celananya, bingung mau nemuin suny atau engga.
David bersandar di tembok sambil menyalakan rokoknya.
"Hallo, gue lisa."lisa mencoba mendekati david.
"David."jawab david singkat.
"Boleh minta nomor telfon loe?"tanya lisa.
David menggeleng.
"Oh ya udah."lisa merasa malu di tolak.
"Maaf terlambat."ucap paman aidan yang nampak tak asing bagi david.
Paman aidan pun melihat ke arah david.
"Loe."ucap david mendekat ke paman aidan.
"David alexander. Wow kok bisa di sini?"ucap paman aidan.
"Gengster utara."balas david tersenyum miring.
"Lisa masuk."perintah paman aidan.
Lisa pun masuk.
"Untuk apa loe kemari, gue udah serahin markas gue. Jangan ganggu keluarga gue."sambung paman aidan.
David menujuk papihnya yang ada di dalam.
"Jadi calon aidan itu kaka loe?"tanya paman aidan tak suka.
"ya."jawab david singkat.
"Aidan anak baik-baik jangan bawa dia ke kalangan kalian para mafia."ucap paman aidan.
"Chrystal netral."balas david.
"Tapi loe dan keluarga besar loe semua beda dengan aidan. Kalian tak sejalan dengan mereka rakyat biasa."cemas paman aidan.
"Tutup mulut loe."gretak david tak suka kalo sampai pernikahan kakanya batal cuma karna setatus.
Paman aidan langsung masuk ke dalam rumah meninggalkan david di luar sendirian.
Shadam melihat paman aidan yang baru datang.
Tatapan papih shadam sangat tajam membuat mulut paman aidan seolah tak bisa bicara, apalagi papih shadam terkenal kesadisanya.
Setelah acara selesai semua pun pulang.
"David ke ruangan papih sekarang."perintah papih shadam.
David pun mengikuti papihnya.
"Kamu lihat orang tadi paman aidan?"tanya papih shadam.
"Ya."jawab david.
"Awasi orang itu, jangan sampai dia mengacaukan semuanya."perintah papih shadam.
David hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Ada apa nak?"tanya papih shadam melihat david daritadi melihat ke arah jam tangannya.
"Gak."jawab david.
"Jangan bohongi papih."papih shadam menatap david menyelidik.
"Bye pih."David tak menjawab malah langsung pergi.
Jam menunjukan pukul setengah sebelas malam.
David memacu mobilnya menuju taman.
David gak yakin suny masih menunggunya di sana tapi david tetap ingin ketaman untuk memastikan.
"David mau ke mana pih?"tanya chrystal.
"Gak tau, dia langsung pergi begitu aja. Mungkin ada yang menunggunya."balas papih shadam.
"Malam gini, siapa yang nunggu? Kuntini?"ujar chrystal.
"Entahlah."balas papih shadam.
David sampai sana mencari keberadaan suny.
David melihat suny masih di sana. Duduk sendirian.
David mau turun tapi ragu. Akhirnya david menelfon suny.
"Hallo, loe di mana?"tanya suny langsung mengangkat telfon david.
"Pulang lah."jawab david.
"Gue masih mau nunggu loe."ucap suny.
"Gue gak datang."balas david padahal david di dalam mobil sambil lihatin suny.
"gue tunggu, please."pinta suny.
"No."jawab david.
"Loe belum bisa maafin gue?"tanya suny setetes air matanya terjatuh.
"Pulang."perintah david gak tega melihat suny namun david juga gak mau memberi suny harapan, apalagi suny sekarang punya pacar.
"Loe beneran gak mau datang, sebentar saja."lirih suny.
"Pulang."ucap david sekali lagi.
"Gue ngetri, loe gak ada rasa sama gue. Makasih buat selama ini."Suny mematikan ponselnya dan menudukan kepalanya menangis tersedu-sedu.
David melihat dari dalam mobil rasanya ingin segera turun dari mobil berlari dan menghapus air mata suny namun david mengurungkan niatnya.
Biar saja suny anggap dirinya kejam tak punya perasaan asal suny bisa hidup bahagia di dunianya yang berbeda.
Suny orang biasa dan david sekarang mafia.
Dengan lemah suny beranjak pergi sambil menghapus air matanya.
David mengikuti suny dari belakang, khawatir terjadi apa-apa pada suny.
David hanya ingin memastikan suny pulang sampai rumah dengan selamat karna sekarang hampir tengah malam.
"Sorry."gumam david dalam hati.
Pagi hari suny masuk sekolah seperti biasa di antar oleh manuel.
"Lengket terus kaya perangko."goda tamara.
"Hmm."suny hanya berdehem.
"David."seru ali saat melihat david baru datang.
Suny pun melihat ke arah david namun dengan cepat suny mengalihkan pandanganya lagi.
"Ayo sayang ke kantin dulu, temenin gue makan."pinta manuel.
"Iya."jawab suny mengangguk mengikuti manuel.
Manuel tersenyum dan merangkul pundak suny.
David melihat itu rasanya ingin menyingkirkan tangan manuel dari pundak suny tapi gak mungkin david akan lakukan itu.
David langsung segera masul kelas daripada harus melihat suny dan manuel.
Setelah berfikir semalaman, akhirnya chrystal menyetujui lamaran aidan untuk menikah bulan depan.
"Serius chryst?"tanya aidan tak percaya.
"Serius."jawab chrystal.
"Makasih."Aidan senang sekali.
"Sama-sama. Ayo ngasih makan buaya."ajak chrystal.
"Tapi bukan dengan daging manusia kan?"tanya aidan ngeri mengingat kejadian dulu.
"Bukan, pake ayam kok."jawab chrystal.
"Kenapa gak pelihara kucing aja?"tanya aidan ngeri dengan hobby chrystal.
"Gak lucu, bagusan juga buaya. Kalo loe macem-macem gue lempar aja loe ke kandang buaya."balas chrystal terkekeh.
"Sadis amat sih sayang."ucap aidan.
"Sayang-sayang pala loe peang."balas chrystal memajang wajah garang.
"Jangan galak-galak ih, kita kan mau nikah."ujar aidan.
"Udah ayo, buaya gue udah kelaparan."balas chrystal menarik aidan.
Sepanjang dari ruang tamu sampai halaman belakang, aidan heran banyak orang berpakaian hitam-hitam di rumah chrystal.
"Siapa yang meninggal?"tanya aidan.
"Emang siapa?"tanya chrystal balik.
"Lah itu pada pake baju hitam rapih."balas aidan.
Chrystal menghentikan langkahnya, ingin sekali chrystal mengatakan kalau kuarganya seorang mafia tapi chrystal takut aidan membatalkan pernikahanya dan meninggalkanya.
"Kok bengong?"tanya aidan.
"Ah engga. Ayo itu pake baju hitam emang sragam kantor papih."bohong chrystal.
"Oh gitu."aidan manggut-manggut.
Aidan dan chrystal pun ke taman belakang memberi makan buaya tapi feeling chrystal ada yang gak beres soalnya tumben sekali uncle jimy dan uncle gabriel juga ada.
"Mih...."panggil chrystal ke mamih valen yang sedang lewat.
Mamih valen pun berhenti dan chrystal menghampiri mamih valen untuk menanyakan apa yang sedang terjadi.
"Ada apa mih? Kok semua kumpul?"tanya chrystal mengajak mamih valen sedikit menjauh supaya aidan tak mendengarnya.
"Suruh aidan pulang. Rumah kita mau di serang. Beri tau juga david untuk berhati-hati."jawab mamih valen.
"Oh iya mih, chrystal kabari david segera dan menyuruh aidan pergi."balas chrystal mengirim pesan ke david.
"Kamu juga pergi nak, ikut aidan sana."ucap mamih valen.
"Gak mih, chrystal jagain mamih di sini."tolak chrystal gak ingin meninggalkan mamihnya.
"Udah kamu pergi saja. Di sini ada gabriel dan jimi."ujar mamih valen.
"Gak mih, chrystal tetep ingin bareng mamih."Chrystal bersikeras gak ingin meninggalkan keluarganya demi menyelamatkan diri.
"Kamu akan menikah sayang, jadi pergilah."usir mamih valen.
"Engga, chrystal gak akan menikah tanpa ada mamih dan papih beserta david di sisi chrystal."balas chrystal memeluk mamihnya.
Aidan melihat sepertinya ada yang gak beres pun keluar dari kandang buaya dan menuju kd chrystal dan mamihnya.
"Ada apa chryst? Kok nangis?"tanya aidan heran karna chrystal cewek kuat dan aidan tak pernah melihat chrystal menangis seperti itu.
"Gak ada apa-apa nak, sana ajak chrystal jalan-jalan."perintah mamih valen pada aidan.
"Gak mau mih, chrystal mau di sini."jawab chrystal.
"Jangan lawan mamih."ucap mamih valen.
"Ayo chryst."ajak aidan yang sepertinya akan ada sesuatu yang buruk.
"Cepat pergi chryst."ucap mamih valen meninggi.
Akhirnya chrystal pun pergi bersama aidan.
David yang mendapat pesan dari chrystal pun langsung bergegas pulang.
Saat david keluar kelas bertubrukan dengan suny.
"Aww..."suny memegangi bahunya.
David hanya melihat ke arah suny dan memalingkan pandanganya lagi langsung buru-buru pergi.
"Cuma sekedar minta maaf pun engga sudi."gumam suny dalam hati melihat kepergian david.
Benar saja, rumah papih shadam di serang oleh para kelompok mafia baru.
Suara pistol terdengar nyaring saling bersautan.
"Aidan hentikan mobilnya."perintah chrystal.
"Ada apa?"tanya aidan bingung.
"Putar arah, antar gue pulang."ucap chrystal.
"Tapi mamih loe nyuruh pergi."balas aidan.
"Sekarang atau gue loncat."ancam chrystal.
"Iya iya sabar."balas aidan menuruti chrystal.
Chrystal mengeluarkan pistol dari tasnya dan mengisi pelurunya.
"Untuk apa?"tanya aidan ngeri.
"Nanti loe turunin gue di gang depan."perintah chrystal.
Aidan pun menuruti semua ucapan chrystal.
Sampai depan gang chrystal langsung turun dan berlari menuju rumahnya.
"Kok ada suara tembakan?"gumam aidan.
Tak selang lama aidan melihat mobil david lewat dengan kecepatan tinggi.
"Apa yang terjadi?"ujar aidan bertanya-tanya dalam hati.
Pertarungan sengit antar kelompok mafia terjadi.
Chrystal menerobos masuk lewat belakang untuk mencari keberadaan mamihnya.
David sendiri langsung ikut menyerang tanpa takut sedikit pun.
Aidan memberanikan diri untuk mengintip apa yang terjadi.
Betapa terkejutnya aidan melihat banyak mayat berjatuhan.
Aidan juga melihat david dengan lihainya menggunakan senjata.
Aidan berasa melihat filem action.
"Apa gue lagi mimpi."Aidan mencoba mencubit tanganya sendiri.
"Ahhh sakit, berarti ini nyata."sambung aidan.
Aidan bersembunyi saat orang berlari keluar masuk ke dalam mobil kabur.
"Bereskan semua."triak papih shadam pada anak buahnya.
"Siap tuan."semua menyeret mayat itu dan memasukan ke mobil box.
Aidan tak tau apa yang sedang terjadi, aidan sungguh bingung.
David sendiri bersyukur datang tepat waktu untuk membantu kelompoknya.
Dan chrystal juga berhasil melindungi mamanya.
Kemampuan david dan chrystal memang tidak di ragukan lagi dalam hal bersenjata maupun bertarung.