Chrystal sudah mengakui perasasnya pada aidan.
Chrystal sangat menyukai aidan. Tapi di balik kebahagian chrystal sudah tersimpan masalah yang akan mencuat kapan saja.
"David, gue jatuh cinta beneran dengan aidan."ucap chrystal sambil tersenyum.
"Syukurlah."balas david ikut senang dengan kebahagiaan kakanya.
"Aidan mau lamar gue."ucap chrystal lagi senyum terus mengembang di bibir chrystal.
"Kapan?"tanya david.
"Dalam waktu dekat ini. Dia lagi ngumpulin uang dulu."balas chrystal.
David hanya mengangguk. Mengerti karna david tau, aidan dari kalangan biasa.
"David, gue takut kalo orangtua aidan gak setuju."ujar chrystal tiba-tiba murung.
"Apa masalahnya?"tanya david gak ingin chrystal sedih.
"Gue takut kalo orang tua mereka tau kita keluarga mafia, mereka gak setuju."jawab chrystal.
"Mamih orang biasa."balas david mencoba menyemangati chrystal.
"Iya tapi papih juga berusaha keras buat dapetin mamih. Kalo aidan? Gue gak tau, mau berjuang atau gak."ucap chrystal.
"Positif thingking."balas david.
"Iya."balas chrystal.
David melihat ke arah jam tanganya. Jam menunjukan pukul dua belas malam.
"Mau cabut loe?"tanya chrystal.
"Iya."jawab david mengambil kunci mobilnya.
"Ngapel mulu, gak bosen pa? Pagi sampai sore di sekolahan bareng. Malam hari tidur bareng. Merit aja sekalian."cibir chrystal.
"Nanti."balas david langsung cabut ke club.
"Dasar loe."chrystal melempar bantal ke david.
David buru-buru ke club ingin segera menemui suny.
David melihat ke sekeliling namun gak melihat ke beradaan suny.
"Suny?"tanya david ke salah satu pegawai club.
"Gak masuk tuan."jawab pegawai itu.
David pun duduk di meja bar dan mencoba menelfon suny.
David dua kali menelfon namun tak ada jawaban.
"David."panggil papih shadam.
"Iya."jawab david memasukan kembali ponselnya ke saku.
"Ayo ikut papih, ada misi sekarang."Ajak papih shadam sudah bersiap-siap.
"Ok."balas david.
David memang sudah memasuki dunia papih shadam.
Membuat david bimbang jika mengakui kalau jatuh cinta dengan suny.
Papih shadam pernah bilang, jika sekali masuk dunia hitam. Selamannya tak akan bisa keluar.
Dan jika jatuh cinta maka akan menjadi korban salah satunya, melindungi atau mati.
Papih shadam beruntung karna mamih valen hidup sampai sekarang.
Kebanyakan salah satu akan mati.
Setelah selesai misinya david ke rumah suny.
David duduk di atas cup mobilnya, parkir di ujung jalan melihat ke arah kamar suny.
David menyalakan rokoknya, seolah menunggu suny keluar walaupun itu gak mungkin karna hari masih petang.
Suny entah feeling atau gimana. Suny membuka jendela kamarnya padahal masih gelap.
Suny melihat ke sekeliling dan suny melihat david. Walaupun dalam gelap malam, suny sangat yakin itu david.
Suny mengambil sweeternya dan berjalan keluar menuju david.
David membuang rokoknya dan turun dari cup mobilnya.
"Gue gak masuk kerja."ucap suny saat sudah di depan david.
"Kenapa?"tanya david langsung memeluk suny.
Entah kenapa david sangat merindukan suny walaupun baru gak ketemu sebentar saja.
"Gak enak badan."balas suny.
"Hamil?"tanya david.
"Engga, biasa tamu bulanan cewek. Jadi gak enak badan."jawab suny.
"Istirahat."balas david mengerti.
"Loe dari mana?"tanya suny penasaran.
"ke club."jawab david mengajak suny masuk ke dalam mobil karna di luar sangat dingin.
"Habis berantem?"Suny menggenggam tangan david yang memar dan menarik lengan jaket david terdapat goresan berdarah makanya suny tau.
"Heem."David hanya berdehem.
Suny mengambil tisu dan mengelapi luka david.
"Gue gak papa."David mencium suny.
Suny ingin sekali saja denger kalau david juga mencintainya tapi selama ini, david gak pernah ucapin perasaannya.
"Loe cinta gak sama gue?"tanya suny menatap david menginginkan kejelasan karna selama ini berasa di gantungin sama david.
"Gue."David bingung mau jawab apa.
"Atau loe deketin gue cuma karna nafsu doang."kesal suny yang memang sedang pms, jadi emosian.
"Gak."jawab david cepat karna sebenarnya david merasa nyaman dekat dengan suny.
"Terus apa?"suny menuntut kejelasan.
"I don't know."David susah mengatakannya.
"Sudah lah, gue berhenti kerja dan gue mau menerima cinta manuel. Gue cape di gantungin."Suny keluar dari mobil david.
David gak ngejar suny sama sekali, david hanya melihat kepergian suny.
Dada david terasa sakit tapi ya itulah david, susah mengekspresikan apalagi mengutarakan perasaannya. Membuat orang susah menebak perasaan david.
Di sekolah david dan suny hanya diam tak bicara sama sekali.
"Loe lagi marahan sama david yah?"tanya tamara merasa ada sesuatu di antara david dan suny.
"Gak."balas suny singkat gak ingin bahas.
"Bohong."slidik tamara.
"Udah dech gak usah bahas."balas suny malas.
David dan ali lewat di hadapan suny dan tamara yang sedang minum es di bawah pohon deket lapangan basket.
"David mau ikut duduk gak?"tanya ali.
David hanya menggeleng dan berlalu begitu saja.
Ali dan tamara saling tukar pandang satu sama lain,curiga ada sesuatu antara david dan suny.
Pulang sekolah di gerbang ada manuel bersama gengnya seperti biasa.
"Suny."Manuel menghalangi jalannya suny.
"Apa?"tanya suny menghentikan langkahnya.
"Mau gak, loe jadi cewek gue?"Manuel berjongkok di depan suny dan menyodorkan boneka taddy bear pada suny di depan banyak orang.
Trima....
Trima....
Trima....
Seru semua siswa yang berkerumun melihat aksi manuel.
David dan ali pun ikut berhenti dan melihatnya.
"Suny gue cinta sama loe. Mau gak loe jadi cewek gue?"manuel mengulangi pertanyaanya.
"Iya gue mau."jawab suny sambil melihat ke arah david.
"Terima kasih."Manuel memeluk suny.
David pun langsung pergi karna entah mengapa. Terasa sangat menyakitkan bagi david.
"Hai bro tunggu."Ali mengejar david.
David menghentikan langkahnya sambil memegangi dadanya. Kalo bisa menangis david pasti akan menangis, jika bisa marah pasti david akan marah.
"Kenapa loe?"tanya ali yang gak bisa membaca isi hati david.
"Pulang."balas david langsung masuk kedalam mobilnya.
Chrystal sangat happy sedangkan david sebaliknya.
David duduk di sudut kamarnya sambil menunduk dan di tangannya memegang sebotol minuman.
"Honey."chrystal masuk ke kamar david.
Chrystal memanggil david namun david tak menjawabnya.
"Ya elaaa nih bocah di panggil gak nyaut malah lagi mojok."ucap chrystal.
David menenggak habis minumannya dan melemparkan botolnya ke dinding sampai hancur berkeping-keping.
"David."Chrystal terlonjak kaget.
Chrystal tau pasti ada yang sedang gak baik dengan david.
Walaupun chrystal gak yakin karna memang begitulah david, susah di tebak.
David menyalakan rokoknya dan menghisapnya dalam-dalam lalu menghembuskannya sambil menjambak rambutnya sendiri.
"Kenapa loe?"Chrystal mendekat ke david.
"Gak papa."balas david.
"Bohong."ucap chrystal.
David membuang dan menginjak rokoknya lalu beranjak ke tempat tidur.
Di rumah suny memikirkan semua yang baru saja terjadi.
Suny merasanya menyasal bertindak gegabah melukai david dan menerima manuel.
Harusnya suny bisa nunggu sebentar saja sampai david bisa utarain perasaanya namun sayang, suny gak sabaran jadi ambil keputusan yang salah.
David gak bisa tidur karna sudah biasa dengan suny tapi mulai sekarang david harus membiasakan diri tanpa suny lagi.
"Tumben gak ke club?"tanya chrystal yang terbangun.
"Gak."Balas david mencoba memejamkan matanya.
"Lagi berantem sama suny yah?"tanya chrystal lagi.
David diem aja gak mau bahas.
"Cieee yang lagi berantem, ngambek segala."goda chrystal.
David diem lagi karna memang gak ingin bahas.
Chrystal mengerti memang david sepertinya gak ingin bahas, akhirnya chrystal cuma diem dan melanjutkan tidurnya.
Pagi hari di sekolah, david dan suny berpapasan di koridor sekolah. Masih sangat sepi malah hampir tak ada yang lewat karna masih sangat pagi hanya ada mereka berdua.
Pandangan mata mereka bertemu.
Suny merasa gugup dan bersalah tapi apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur.
Suny dan david tak menegur sapa satu sama lain.
David juga makin dingin dan diam, lebih diam dari biasanya.
Setetes air mata suny jatuh saat david telah menjauh.
Rasa menyesal itu pasti, suny kehilangan cinta pertamanya yang belum sempat di mulai.
"Eh menurut loe aneh gak? David sama suny kaya lagi marahan gitu."ujar ali duduk di samping tamara.
"Agak aneh sih tapi kan emang david orangnya kaya gitu."ujar tamara.
"Itu david datang."bisik ali pura-pura main game.
"Itu belakangnya suny."balas tamara.
David berdiri dekat meja menunggu suny masuk dulu.
Suny bener-bener ngerasa sangat canggung dekat dengan david.
Lagi kondisi gak tepat, manuel malah datang membuat suasana makin gak jelas.
"Sayang tar pulang gue anter."ucap manuel.
"Gue mau kerja."balas suny.
"David loe minggir bentar, gue pengin ngobrol sama pacar gue bentar."ucap manuel.
Tanpa banyak bicara, david langsung pindah duduk di paling depan dekat pintu bersama tasnya sekaligus.
Suny makin gak enak dengan david. Ngobrol dengan manuel pun gak fokus, terus melirik ke arah david.
Sampai pelajaran di mulai pun david gak pindah ke belakang lagi. Malah bertukaran tempat duduk, kelihatan banget kalo mereka berdua lagi gak akur.
Tiap malam david gak bisa tidur nyenyak, selalu terbangun memikirkan suny.
"Patah hati gitu yah."ucap chrystal sambil makan cemilannya di depan televisi.
"Memang siapa yang patah hati?"tanya papih shadam.
"Noh anak kesayangan papah."balas chrystal.
"Oh ya? Pantes gak pernah ke club, suny juga udah gak kerja lagi."ucap papih shadam.
David sangat rindu dengan suny tapi gak bisa ngutarainnya.
Papih shadam masuk ke kamar david.
"Ada masalah?"tanya papih shadam duduk di tepi ranjang david.
"Gak."balas david yang memang tertutup.
"Putus huem?"goda papih shadam.
"Gak pacaran."balas david.
"Tapi patah hati?"papih shadam tertawa.
"No."jawab david cepat.
"Kamu gak mau mengakui punya hati dengan suny?"tanya papih shadam menyelidik.
David terdiam, tandanya iya. David memang punya hati dengan suny tapi sangat susah mengutarakan cinta.
"Kalo kamu mencintainya, jagalah dia walaupun kamu tak bisa bersamanya.
Jika memang dia jodohmu, maka dia akan kembali padamu tapi ingat nak, kalangan kita berbeda. Mati bersama, hidup bersama atau salah satu mati."Papih shadam memberi nasehat pada david.
David mengerti maksud papihnya. Memang david dan suny berbeda kehidupannya.
Hidup david sangat keras dan kejam. Nyawa pun seperti tak ada harganya.
Jauh dari suny, david malah makin masuk ke dunia hitam mengikuti jejak keluarga besarnya kecuali chrystal yang berada di posisi netral seperti mamanya.
Dorr...
Dorrr...
Suara tembakan nyaring terdengar. Baku hantam dan saling serang satu sama lain terjadi sengit.
David kali ini yang memimpin langsung.
David memilih jalannya menjadi seorang mafia dan david mencoba melupakan suny dalam hatinya.
David pendiam makin diam dan dingin. Irit sekali bicara.
Dulu masih mau jawab atau bertanya walaupun satu kata dua kata.
Sekarang sangat berbeda jauh.
Chrystal sendiri sampai gemas di buatnya.
"David, loe gila. Loe mau ngikutin jejak papih?"tanya chrystal saat david baru sampai rumah sambil membawa para tawanan di ruang bawah tanah.
"this my life."jawab david mengelap pisaunya yang berlumur darah.
"Apa ini karna loe patah hati."ujar chrystal curiga atas perubahan david.
David sibuk sendiri tak menghiraukan chrystal yang sedang bicara.
"Serah loe dech."kesal chrystal memilih pergi jalan dengan aidan daripada pusing mikirin david seorang es balok.
Chrystal jalan ke sebuah pasar malam atas saran aidan. Jujur, chrystal belum pernah sama sekali ke pasar malam seumur hidupnya.
"Aidan itu apa?"tanya chrystal melihat permen kapas.
"Ini permen kapas, rasanya sangat manis."Aidan membelikannya untuk chrystal.
"Terus itu apa?"tanya chrystal lagi. Setiap makanan yang chrystal gak tau, pasti chrystal akan langsung menannyakannya sampai aidan cape buat ngejelasin dan ngejawabnya.
Saat chrystal menikmati jajanannya yang di borong tadi, chrystal melihat suny jalan sama cowok.
Chrystal langsung berdiri berniat mengelabrak suny.
"Mau kemana?"Aidan memegangi tangan chrystal.
"Gue mau ngasih pelajaran sama tuh cewek."balas chrystal garang.
"Jangan, udah kita gak usah ikut campur urusan mereka."ujar aidan.
"Loe gak tau, gara-gara tuh cewek. David jadi hancur dan dia ikuti jejak papih jadi mafi...."chrystal langsung tutup mulut hampir saja keceplosan bahwa papih dan david seorang mafia.
"Ahhh sudahlah, kita pulang. Gue gak mood."sambung chrystal.
"Ya udah ayo pulang."balas aidan mengikuti kemauan chrystal.
Saat berpapasan dengan suny, chrystal melotot dan pasang muka tak ramah sama sekali.
Suny takut dan menundukan kepalanya. Ngerasa salah.
Suny yakin, kalo chrystal udah tau kabar yang terjadi, makanya chrystal pasang muka kaya gitu gak seperti biasanya.
Chrystal terus mengomel sepanjang jalan sampai aidan pusing dengernya.
Chrystal dan david memang sibling goals.
Hari ini david berangkat telat karna semalem menggantikan papih shadam dan pulang menjelang pagi.
Dan nasib sama juga menimpa suny, hari ini mereka berdua telat.
"Hai."Sapa suny canggung.
David gak membalas sapaan suny.
Akhirnya suny ikut terdiam sambil duduk nunggu pak rojak datang ngasih hukuman.
"Kalian telat....!!!"seru pak rojak sambil berkacak pinggang.
"Iya."balas suny dan david bersamaan.
"Bersihkan gudang penyimpanan alat olahraga sekarang."triak pak rojak.
David dan suny pun langsung menuju gudang penyimpanan.
David bersihin sebelah utara, suny sebelah selatan.
"Aaaa...."triak suny tiba-tiba lampu padam hujan pun turun. Ruangan itu sungguh gelap.
Suny berjongkok di pojokan ruangan sambil menutup mata dan telinganya menangis takut.
David menyalakan ponselnya untuk memberikan penerangan.
David sebenarnya ingin cuek aja gak peduliin suny tapi melihat suny menangis ketakutan. David gak tega.
David menarik kursi, menerangi dan duduk di samping suny yang sedang berjongkok ketakutan.
Suny pun mendongak ke arah david dengan air mata yang mash bercucuran.
"Gue takut gelap."ucap suny sesenggukan.
Duaarrrrrrr.....
Suara petir terdengar menggelegar, suny langsung terlonjak dan duduk di pangkuan david, memeluk dan menyembunyikan wajahnya pada d**a bidang david.
"Gue takut."gumam suny badanya sampai gemetar. Tandanya suny benar-benar takut.
"Tenanglah."David dengan ragu mengusap rambut suny.
Suny melihat ke arah david. Wajah mereka sangat dekat.
"Sorry."ucap suny sendu.
"Ok."balas david singkat masih terus menatap jauh kedalam mata suny.
Mata yang teduh, yang bisa meluluhkan hati david.
Suny mengalungkan tanganya di leher david dan mulai mencium bibir david.
David sendiri mengeratkan peganganya di pinggang suny.
"Sorry, i love you." Suny menitihkan air mata.
Suny sangat mencintai david tulus dari dalam dasar hatinya.
Hati david makin tersentuh dengan ketulusan suny. Namun bibir david kelu, tak satu patah kata pun keluar dari bibirnya untuk membalas pernyataan cinta suny walau dalam hati ingin utarain semuanya. Mengakui kalo gue juga cinta.