Pantulan di cermin itu terlihat mengerikan. Seorang wanita kurus berdiri ringkih memakai pakaian rumah sakit. Beberapa hari yang lalu ia baru melakukan operasi wajah untuk kedua kalinya. Balutan perban tampak menghiasi sebagian besar wajah, melingkari kepalanya. Efek pembengkakan masih terjadi di sana-sini, membuat wajahnya semakin terlihat mengerikan. Setelah kecelakaan itu, wajahnya berhasil dipulihkan seperti sediakala. Tapi ia menolak, bersikeras tidak menginginkan wajah itu karena mengingatkannya pada lelaki yang sangat ia cintai. Ia ingin wajah yang baru, untuk memulai hidupnya yang baru pula. Juga untuk mencapai tujuannya. Membalas dendam. "Akan kurebut semua yang kau miliki, seperti kau merampas Dennis dariku," bisiknya lirih, seulas senyum menghias bibir pucatnya, meskipun matan

