Episode 47

1456 Kata

Lessi menggeliat tidak nyaman, ia tidak bisa menggerakkan tangannya. Begitu ia membuka matanya, ia mendapati kalau suaminya masih tertidur di depannya dengan menggenggam kedua tangannya. Kenapa ia bisa tidur bersamanya? Ia berusaha mengingat-ingat sejenak, semalam setelah meminum obatnya, Davian langsung tertidur di kamarnya. Tapi, karena ia masih kepikiran, makanya ia memutuskan untuk tidur di sofa dan menemaninya kalau-kalau ia membutuhkan sesuatu. Kenapa sekarang ia bisa berada di ranjang, berdua dengan suaminya? Berbagai pemikiran jelek melintas di pikirannya. "Jangan terlalu banyak berpikir, nanti cepat tua," gumam Davian lirih, matanya masih terpejam, namun sebuah senyum terukir di wajah tampannya. Lessi terkesiap, 'bagaimana Davian bisa tahu?' "Selamat pagi, Sayang," sapa Davia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN