Entah bagaimana, hanya dengan memercayai ucapan Louis membuat beban yang sejak kemarin menggantung di hatinya serasa tercabut. Ia sangat beruntung mempunyai suami seperti Louis. "Terima kasih." Eliza bangkit dan merangkul suaminya dengan erat. Pria ini layak mendapat kebahagiaan dalam hidupnya setelah semua yang pernah ia hadapi. Mungkin ada satu hal yang bisa ia lakukan untuk suaminya tersebut. "Oh ya, Louis, maukah kau mengabulkan satu permintaanku?" "Apa pun, Sayang," gumam Louis di pundak istrinya, mengelus tubuh Eliza dengan perasaan bahagia. "Maukah kau berbaikan dengan mamamu?" "Apa?" Louis melepaskan pelukannya dengan terkejut. Tidak menyangka akan mendapat permintaan seberat itu. Kebahagiaan yang untuk sesaat ia rasakan berubah menjadi perih yang menyesakkan. "Kau sudah berja

