Episode 80

1558 Kata

Louis memandangi dinding cermin yang memisahkan ia dan putrinya. Sampai saat ini ia masih belum bisa memikirkan nama yang tepat untuknya meskipun pihak rumah sakit sudah memintanya. Ia harus meminta pendapat Eliza begitu ia sadar nanti. "Tenang saja, Nak. Papa tidak akan membiarkan siapa pun memisahkan keluarga kita," ucapnya pelan. Rasanya senang bisa menyebut dirinya papa. Meskipun ada rasa takut dalam hatinya, tapi rasa itu sudah jauh berkurang. Apalagi saat ini ibunya sudah kembali ke sisinya. Tidak ada lagi alasan untuk membuatnya ketakutan. Bayinya bergerak. Menggeliat dalam boks kaca yang hangat. Louis memandang takjub. Meskipun ada banyak bayi di ruangan itu, ia merasa putrinya lah yang paling cantik. Ia bisa berdiri berjam-jam di luar sini hanya untuk memandanginya tanpa merasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN