Episode 81

1408 Kata

Hadi Djayadiningrat menatap putrinya dengan sayang. Tidak ada lagi tatapan dingin yang terpancar dari matanya. Beberapa bulan ini terasa bagaikan neraka dalam kehidupannya. Ia menyesal sudah mengusir putri yang selama ini menjadi kebanggaannya. Putrinya yang ceria, manis, dan penurut, sekarang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Seandainya saja ia tidak bersikap sekejam itu, mungkin Eliza tidak akan mengalami kejadian seperti ini. "Ayah, jangan menatapku seperti itu," Eliza berkata ketika merasa terus-menerus dipandangi oleh Hadi. "Ayah seolah ingin memberikan seluruh dunia untukku kalau Ayah bisa," selorohnya. Tapi ayahnya tidak tersenyum, malah matanya terlihat berkaca-kaca. Penyesalan ayahnya sangat jelas terlihat dari sikap dan cara pria paruh baya itu memandangnya, karena itu ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN