"Sejak kapan kalian berdiri di sana?" tanya Louis sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Sejak kau mencium Eliza yang pertama," Vanessa yang menjawab sambil mengerling jahil. Membuat rona merah menghiasi wajah pasangan itu. "Sudah-sudah. Para tamu sudah menunggu. Sebaiknya kalian bersiap-siap. Aku akan membawa Aileen keluar, dia perlu udara segar setelah menghirup hawa 'panas' di kamar ini." Rima menggendong Aileen sembari melemparkan tawa. "Ayo keluar, biarkan pengantin prianya bersiap dulu. Kalau kau masih di sini, bisa-bisa kalian akan membuat tamu menunggu sampai malam." Celetukan Vanessa membuat Eliza segera berlari keluar kamar dengan wajah semerah tomat rebus. "Mama senang akhirnya kau menemukan kebahagiaanmu, Nak. Jadilah suami yang baik, jangan pernah mengecewakan kelua

