Eliza merasa khawatir dengan keadaan putri sulungnya. Sudah sejak pulang sekolah tadi gadis itu mengurung diri di kamar. Biasanya Aileen akan seperti itu kalau terjadi sesuatu di sekolah. Ia merasa sedih dengan lingkungan pergaulan putrinya yang lebih mementingkan fisik daripada kepribadian. Selama ini ia memang berusaha untuk tidak terlalu mencampuri kehidupan sekolah putrinya, meskipun itu artinya ia harus mencari tahu semuanya secara diam-diam. Tidak ada seorang ibu pun yang akan menutup mata begitu saja atas kehidupan anak-anaknya. Ia hanya tidak ingin Aileen makin marah kalau ia ikut campur, seperti yang terjadi setelah rapat orang tua waktu itu. Memang masa remaja adalah masa paling rawan, ketika kepercayaan diri menjadi sesuatu yang amat penting dalam pergaulan agar tidak terkucil

