Tragedy * Eliza mulai gelisah. Bukan karena sanak saudara yang sejak pagi tadi sudah hilir mudik di rumahnya untuk acara akad, bukan pula karena penata riasnya yang ia rasa bekerja sangat lambat sampai semuanya sesuai dengan yang diinginkan, dan bukan juga karena kurang dari satu jam lagi ia akan resmi menjadi Nyonya Dewantara. Itu memang membuatnya gugup, tapi ada hal lain yang menurutnya lebih penting dari semua itu. Kebenaran yang harus diketahui oleh calon suaminya yang belum juga datang. Sejak kepulangan Dennis dari Bandung, sikapnya sedikit berubah. Mereka tidak lagi berkomunikasi atau mengobrol selain urusan pekerjaan dan pernikahan yang hanya bisa diputuskan bersama. Mungkin Dennis hanya gugup, begitu yang selalu dikatakan Louis atau keluarganya saat ia mengeluh. Tapi ia tahu

