Louis mengernyit, mungkin Dennis bisa merahasiakan soal gadis berambut cokelat itu padanya, tapi tidak pada sekretarisnya yang terkenal ratu gosip di seluruh kantor ini. "Dennis menyukai siapa?" tanya Louis tajam, matanya disipitkan dengan memberi aksen kejam pada tatapannya. Nitha menggeleng, masih sambil menutup mulutnya. Wajahnya mulai memucat. Sebenarnya Louis kasihan juga, tapi dia harus memaksa Nitha bicara. "Katakan, kalau tidak ...," Louis menggantung ucapannya, membuat gadis di depannya semakin berkeringat meskipun ruangan tersebut bersuhu dingin. "Pak Dennis menyukai Bella, Pak. Arabella yang bekerja di lantai lima. Saya sering melihat Pak Dennis memandangnya diam-diam, malah saat makan siang Pak Dennis lebih memilih makan di kantin yang ada di bawah daripada di atas yang leb

