Friend Zone * Suasana kantor sore itu sudah sepi, jam pulang memang sudah lama berakhir, tapi dua pria berbeda bangsa itu tetap betah berlama-lama di meja kerjanya ditemani sekaleng minuman soda. "Bro, kalo aku ngelamar Eliza, gimana?" Louis yang sedang menatap kertas-kertas pekerjaan di mejanya sontak menolah pada sahabatnya, Dennis. "Serius? Kamu yakin mau berkomitmen?" Louis menarik kursi dari mejanya ke depan meja Dennis dan duduk di sana. Memandangi wajah sahabatnya yang tampak kacau. Dennis menggeser kursinya ke belakang dan mengempaskan tubuhnya ke sandaran kursi dengan keras. Terdengar helaan napas berat dari mulutnya. "Aku udah nidurin dia, Louis," kata Dennis pelan. Louis tersenyum, sahabatnya yang polos itu memang masih perjaka di usianya yang sudah hampir kepala tiga. L

