Hampir satu jam kemudian, Louis baru sampai di apartemennya. Ia membuka kunci dengan susah payah dan membaringkan wanita itu di sofa, lalu Louis segera mengabari orang tua Eliza kalau anak gadisnya sedang dinas ke luar kota dadakan bersamanya agar mereka tidak khawatir. Tidak mudah meyakinkan orang tua Eliza yang cenderung keras, tapi akhirnya mereka luluh juga. Karena tidak mungkin Louis membawa Eliza pulang dalam keadaan teler seperti ini, bisa habis dia kena amukan keluarganya. Louis membopong Eliza yang masih tertidur di sofa ke kamarnya. Ia tidak tega membiarkan sahabatnya itu tidur di sofa yang sempit, takut kalau ia terjatuh atau pegal-pegal saat bangun nanti. "Dennis," gumam Eliza, matanya separuh terbuka saat Louis membaringkannya di tempat tidur. "Kau baik-baik saja, Liz?" tan

