"Ini rumahmu?" tanya Lessi ketika mereka tiba di sebuah rumah mewah berwarna putih yang penuh dengan hiasan bunga-bunga mawar yang juga berwarna putih. Di luar masih sepi, padahal seharusnya acaranya sudah dimulai beberapa menit yang lalu. Selain puluhan mobil yang berjejer di garasi dan halaman rumahnya, Davian tidak akan percaya kalau ini adalah hari pernikahannya. "Rumah Papa, tapi beliau bersikeras ingin menghadiahkan rumah ini padaku kalau aku menikah nanti. Apa kau suka?" "Rumah ini indah, tapi aku lebih suka rumah yang kau hasilkan dari jerih payahmu sendiri, tidak peduli rumah itu kecil dan sederhana," jawab Lessi lembut. Davian menarik istrinya dalam pelukannya, mencium bibirnya sekilas. "Aku sudah menduganya, karena itu, aku sudah menyiapkan rumah untuk kita tinggali nanti ber

