“BARA!” Aluna berlari mengejar Bara yang sudah sampai di depan motornya. “Bara, tunggu!” teriak Aluna lagi. “Apa, princess?” tanya Bara sembari mengambil helm yang ada di atas motornya. “Kamu yakin mau pergi? Kamu masih sakit, tahu!” “Aku udah nggak apa-apa,” jawab Bara sembari mengacak rambut Aluna dengan sebelah tangannya. “Ih, nggak apa-apa, gimana?! Muka kamu masih pucat!” “Aku nggak apa-apa, Lu,” ulangnya. Cowok itu menyentil hidung Aluna, membuat Aluna segera menepis tangan Bara. “Ih! Bara, aku serius!” “Aku juga,” jawabnya. “Aku udah nggak apa-apa, oke?” Aluna tahu sudah tidak ada gunanya mendebat Bara, karena keputusan cowok itu pasti sudah bulat. “Aku khawatir, Bar,” ujar Aluna dengan suara pelan. Bara menaruh kembali helmnya di atas motor dan memegang bahu Al

