Alaska duduk di bangku usang yang ada di rooftop sekolahnya. Dugaannya tadi benar, teman-temannya sedang berada disini. Dan lagi-lagi, salah satu temannya tidak ada disana. Bianlah temannya yang tidak ada itu. Tentu saja, bukan rahasia lagi bagi mereka jika Bian sering hilang karena cowok itu memang sangat gencar mencari para gadis-gadis yang akan dijadikan korban ke playboyannya. Selalu seperti itu, tidak berubah sama sekali. Hanya saja, kehadiran Dinda mampu membuat Bian sedikit lebih sering berkumpul daripada biasanya. Alaska duduk memandang lurus ke depan dengan senyum yang masih saja terukir. Cowok itu juga masih memegang dadanya dengan tangan kirinya. Sepertinya efek Dinda belum juga hilang. Galen, Satya, Anjas, Ken dan Idrus. Kelima cowok itu menatap kearah Alaska. Sedangkan y

