bc

Me And My Ex

book_age18+
897
IKUTI
7.3K
BACA
love-triangle
confident
CEO
drama
comedy
bxg
city
office/work place
foodie
naive
like
intro-logo
Uraian

Datang ke acara pernikahan sang mantan terindah yang masih ia cintai seorang diri, Anne harus rela mendapat cacian dan sindiran halus dari mantan sahabatnya yang dengan kejamnya menikahi mantan kekasihnya, Jefry. Niat awalnya adalah kembali pada Jefry setelah menimba ilmu dan mencari pengalaman kerja di London, namun Anne malah mendapat pesan di mana Jefry meminta izin untuk menikah dengan Elvina mantan sahabatnya.

Namun siapa sangka, Anne yang malu karena datang seorang sendiri, serta menandakan jika dirinya tak berpasangan, mempertemukannya pada lelaki sinting yang mengaku sebagai kekasihnya.

Jovan, yang tak lain adalah mantan kekasih Anne juga. Di acara pernikahan mantan kekasih dan mantan sahabatnya, ia dipertemukan dengan mantannya yang lain.

Jovan, lelaki yang ia hindari, namun muncul dan mengacak-acak kebenciannya pada lelaki itu, menggantikan pada rasa nyaman yang lelaki itu tumbuhkan. Saat Anne kian menyamankan hati, sosok Jefry kembali datang. Bagaimanakah Anne menghadapi para mantan yang kembali mengelilinginya? Siapakah yang akan Anne pilih antara keduanya?

chap-preview
Pratinjau gratis
1. Reuni Mantan
Anne Rosabelle tak pernah menyangka sebelumnya jika kini akan berdiri dengan pakaian rapi untuk menghadiri pernikahan Jefry—mantan terindahnya. Semua berawal dari masa pacaran mereka yang kelewat singkat, hanya sebulan dan berakhir dengan tragis. Anne adalah spesies wanita yang mudah menaruh hati, namun juga mudah bosan. Awalnya ia menggilai Jefry, kakak kelas yang hanya beda setahun darinya. Suka semenjak SMP hingga SMA, membuat Anne merasa jika Jefry adalah belahan jiwanya, ia yakin jika perasaannya cukup besar untuk Jefry. Tapi siapa yang menyangka, selepas mendapatkan Jefry, rasa sukanya hilang, tergantikan dengan kepuasan batin karena dapat menaklukan lelaki yang lama ia idam-idamkan. Anne tak sadar jika selama ini ia hanya berambisi, bukan cinta. Jefry adalah lelaki sempurna, tak memiliki celah, bahkan Jefry sangat sabar dan pengertian, namun sayang, Anne tak mencintainya. Selepas sebulan berpacaran, Jefry bahkan masih baik dan royal, terbukti tiap Anne berulang tahun, Jefry selalu memberi kue besar beserta kado mewah yang selalu membuat Anne menolak, namun Jefry dan mulut manisnya tak pernah bisa ditolak. Di sinilah Anne berdiri, dengan makeup lebih berani dari biasanya, pakaian rapi serta clutch mahal yang baru ia beli. Awalnya Anne tak mau hadir kepernikahan Jefry, dengan alasan karena lelaki itu menikahi mantan sahabat baik Anne, serta rasa kecewanya saat gagal menjadikan Jefry miliknya adalah alasannya. Nyatanya Anne menyesal telah melepaskan Jefry, selama ia berkuliah di London, ia bahkan tak pernah berhubungan degan lelaki lain, semua karena ia kembali memiliki perasaan pada Jerfy. Tujuannya adalah resign dari tempat kerjanya di London dan pulang ke Indonesia untuk kembali bertemu dengan Jefry yang pernah ia sakiti sebelumnya. Namun Tuhan berkehendak lain, saat Anne telah menyelesaikan proses resign-nya, Jefry menghubunginya dan memberikan kabar duka. Ya duka karena lelaki itu meminta izin untuk menikah dengan wanita lain. "Anne, aku mau menikah dengan Elvina, orang tuaku sudah ingin aku menikah, nggak apa kan?" Dasar lelaki sialan! Untuk apa ia meminta izin menikah dengan wanita lain? Apa kalau Anne menentang ia tak jadi menikah?! Sialnya lagi saat itu Anne dengan sok baik memberikan dukungan dan doa yang di buat tulus, padahal ia menyumpahi Jefry agar menyesal menikahi wanita lain. Ini memang salahnya, mengapa tak mengatakan jauh-jauh hari jika ia ingin serius? Apa salahnya meminta Jefry untuk menunggu hingga ia kembali ke Indonesia? Semua karena gengsi, gengsi Anne yang setinggi langit, dan sekarang langitnya sudah runtuh, hancur. Anne meremasa gaun berwarna lavender yang dikenakannya, saat ini ia hadir seorang diri, tanpa pendamping ataupun lelaki tampan yang harusnya ia pamerkan. Bodoh memang, ia baru saja menyesal setelah sampai di lokasi acara, harusnya ia membawa Brian sahabatnya, atau Morgan atasannya, untuk dipamerkan pada Jefry dan Elvina. Setidaknya mereka harus tahu, jika kehidupan Anne lebih baik dari keduanya, namun dengan konyolnya ia memalukan diri sendiri. Senyuman terpaksa ia kembangkan saat tatapannya tidak sengaja beradu dengan Sintia—Mama Jerfy. Sekedar informasi, Sintia adalah calon mertua yang baik, itu pula yang menjadi bahan pertimbangan untuk Anne kembali pada Jefry. Ia dan Sintia sangatlah dekat, bahkan hingga hubungannya dan Jefry pupus pun Sintia masih terus berkirim pesan dengannya. Menunjukkan perhatian dan selalu mengiriminya hadiah tiap Anne berulang tahun. Jarak yang membuat keduanya tak sering bertemu, namun alasan utamanya adalah karena jarak hubungan yang kian jauh antara ia dan Jefry. Sintia melambaikan tangannya dengan senyuman haru, dari kejauhan Anne dapat melihat jika mata wanita itu berkaca-kaca, entah terharu atas pernikahan putra kebanggaannya atau karena gagal menjadikan Anne sebagai menantu? Menghela nafas panjang, Anne akhirnya memutuskan untuk ikut mengantre pada barisan tamu yang hendak memberi selamat. Ya, lebih baik ia cepat menyalami pengantin, dan segera pergi dari tempat mewah namun menyesakkan ini. Beberapa kali Anne mengedipkan matanya guna mengusir tangis, jujur saja ia cemburu dengan sejoli yang berdiri di panggung dengan senyuman lebarnya itu. Ia kembali menyukai Jefry, merasa nyaman atas perhatiannya hingga 2 minggu lalu, namun kenyataan perih nan gila menghancurkannya. Jadi selama ini Jefry masih berkirim pesan dengannya, namun berhubungan pula dengan Elvina, bahkan berakhir menikah dengan wanita sexy pemilik melon jumbo itu. Lelaki memang sama saja! Mengaku masih cinta, namun tergoda pada body montok. Memikirkan itu, Anne merunduk untuk menatap penampilannya, memanglah ia tak semontok Elvina. Untuk tubuh, Anne akui ia kalah selangkah, namun untuk karir, jelas Anne lebih unggul. Ia adalah seorang marketing executive ternama di London, namun sayang ia telah melepaskan gelar itu dengan bodohnya. Rasanya ingin kembali menangis, namun ia malu jika di anggap menangisi Jefry, jadi untuk sekarang Anne akan menahannya hingga sampai di hotel nanti. "Ya Tuhan Belle, kamu datang sayang?" Sintia langsung mendekap Anne begitu ia sampai di atas panggung di mana pengantin berada, Sintia memang memanggilnya Belle, karena beliau juga menyukai karakter disney Belle. Keduanya berpelukan dengan haru, sekaligus melepas rindu karena sudah hampir 3 tahun hanya berkabar melalui pesawat telepon saja. "Harusnya kamu yang jadi menantu Mama," bisik Sintia seraya merapatkan pelukan keduanya. Sintia melepas pelukan itu, mengusap kedua lengan Anne dan tersenyum getir. Menyadari jika banyak tamu undangan lain yang mengantre, Anne memilih menyalami tangan Sintia dan berlalu, "Selamat ya Ma, akhirnya Mama punya menantu." Canda Anne, namun raut wajah Sintia terlihat kesal. Anne berpindah pada Baron suami Sintia, bersalaman dan mencium punggung tangan lelaki itu, ia merasakan tepukan lembut di kepalanya, bahkan Baron pun ikut menyumbang sindiran yang membuat Anne kian merasa tak enak hati. "Semoga kamu cepat menyusul ya nak," Baron pun sama sayangnya pada Anne, seharusnya ia akan bahagia jika memiliki mertua sebaik Sintia dan Baron, namun lagi-lagi kebodohan dan gengsi membuatnya kehilangan. "Selamat ya Pa, semoga lekas memiliki cucu," timpal Anne alakadarnya, ia bahkan mendadak kehilangan kata-kata, padahal ia selalu lugas bahkan pintar berbicara di hadapan orang lain, tapi hari ini Anne benar-benar kalah. Tatapan Anne beralih pada Jerfy, kakinya melangkah dengan alot menuju pasangan itu, uluran tangan yang begitu cepat menyambar tangannya, serta remasan mantap itu, membuat Anne tersadar dari rasa penyesalannya. Hari ini Jefry sangat tampan dan rapi, berbeda dari dulu, lelaki penggemar seni yang selalu urakan, namun terus membanggakan diri jika yang ia tampilkan adalah bentuk seni yang indah. "Selamat ya Jef, kamu duluin aku ih ngeselin!" Candanya seraya menggoyangkan jemari keduanya yang masih saling bertaut. Jefry tergelak, menepuk penyatuan salaman keduanya, lalu berucap, "Kamu sih kebanyakan milih. Yang suka banyak, tapi carinya yang model bule ya, makanya pergi ke London? Haha. By the way, kamu kadoin aku apa?" Anne menarik tangannya dengan ekspresi kesal yang dibuat-buat, lalu bergeser pada Elvina, "Kado batu dari London tuh, sesuai pesenan kamu dulu." Nyatanya memang Jefry sering meminta oleh-oleh saat Anne pulang kampung, dengan alasan oleh-oleh hanya agar bisa bertemu saja. Merasa kesal karena tak pernah bisa bertemu, Jefry meminta setidaknya dibawakan batu London, katanya penasaran apakah batu London dan Indonesia sama. Namun sampai kini pun Anne tak pernah membawakannya. "Akhirnya dapat batunya," Harusanya konotasi untuk kalimat itu memang benar adanya, namun entah mengapa Anne merasa jika kalimat Jefry malah memiliki arti yang berbeda dari seharusnya? Ya, saat ini ia benar-benar terkena batunya, batu dari rasa gengsi, hingga ia benar-benar kehilangan Jefry. "Balik kapan Anne?" Mendengar teguran itu, Anne beralih fokus pada Elvina, meringis dan menyalami uluran tangan itu, "Baru semalem landing. Selamat ya Vin, kamu yang nikah duluan di antara kita bertiga." Keduanya saling berpelukan, membuat Anne kembali mengingat masa lalu, di mana ia, Elvina dan Miranda adalah sahabat baik yang kemana-mana selalu bersama. Mereka berteman sejak duduk di bangku kelas 10, lalu berpisah karena lulus SMA. Anne berkuliah di London, Elvina kuliah di Bandung, dan Miranda kuliah di Yogyakarta. Tidak hanya berpisah karena jarak, Anne dan Vina pun berpisah karena pertengkaran, yang kini membuat keduanya menjadi mantan sahabat. "Sorry ya, aku ambil bekas kamu." Bisikan itu membuat Anne terbelalak, ia segera menjauhkan diri dengan terkejut, namun Vina malah tersenyum sumringah. "Makasih ya Anne sudah mau datang, by the way kamu sendirian aja? Belum ada pasangan?" Lagi-lagi ucapan Vina membuat Anne mati kutu, ia hanya bisa diam dengan kekesalan yang mengumpul di hatinya. Sial, ia sempat lupa jika Vina adalah wanita licik dan bar-bar, wanita yang memiliki lidah tajam. Saat ini, Anne benar-benar merasa bodoh, senyuman sumringah yang jelas di hiasi ejekan itu membuatnya tertusuk-tusuk. Apakah saat ini ia mengalami situsai di mana sang kekasih mantannya memusuhi mantan kekasih tanpa sebab dan alasan? Di mana Vina membencinya hanya karena ia adalah mantan kekasih Jefry. "Vin," Jefry meremas lengan Vina, mencoba menghentikan mulut wanita itu, namun Vina menolak dan meloloskan lengannya. "Kenapa? Aku cuma tanya kok. Dulu di antara kita bertiga kan kamu yang mantannya paling cakep Anne, aku penasaran aja, Anne yang dulu masih sama nggak sama Anne yang sekarang." Anne merapatkan kedua lengannya pada pahanya, mengepalkan tangannya erat, mencoba meredam emosinya dengan menyalurkan pada tangannya. Namun, sebuah kehangatan menjalar menyentuh pundaknya yang terbuka, saat menoleh, seorang lelaki tampan tersenyum kearahnya. Lelaki itu melepas dekapannya, mengulurkan tangannya pada Vina dan memperkenalkan diri. "Kata siapa Anne sendiri? Perkenalkan, aku Jovan, pacar Anne." Ucap lelaki itu seraya menatap Anne dengan senyuman lebarnya, dua lesung pipi manis itu muncul dengan malu-malu, namun berkat lesung pipi dan senyuman itu, Anne sadar siapa lelaki itu. "Jov!" Seruan Jefry sama sekali tak membuat Anne mengalihkan pandangannya, hingga dorongan dari tamu lain membuat Jovan menubruknya dan melingkarkan lengan kekar itu di pinggangnya, Anne masih belum kembali pada kesadarannya. "Hai, long time no see.." Bisik Jovan dengan senyuman lebarnya. Anne terbelalak dan melepaskan diri dari rengkuhan Jovan, berdiri dengan tegap dan menelan liurnya dengan susah payah. Bagaimana bisa, dalam acara pernikahan mantan kekasih dan sahabatnya, ia berkumpul dengan mantannya yang lain? Apa ini yang di sebut reuni mantan?

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

No Escape, Honey (BAHASA INDONESIA)

read
19.3K
bc

Takdir Cinta

read
505.3K
bc

My Ex Boss (Indonesia)

read
3.9M
bc

Noda Masa Lalu

read
207.8K
bc

Ninja Itu Suamiku!!/Play In Deception: Camouflage (END)

read
54.4K
bc

Hello Wife

read
1.4M
bc

FINDING THE ONE

read
36.0K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook