Seingat Jovan, dia selalu bertemu atau sekadar berpapasan dengan Shawn di kafe burger yang kini sudah disulap sebagai restoran cepat saji yang semakin luas saja. Mungkin karena mendapat sambutan hangat dari pelanggannya, sehinga kafe yang awalnya menjual burger dan spageti sebagai menu andalannya, kini semakin banyak memberikan menu baru yang cukup fresh dan diminati. Mungkin karena memiliki selera makanan yang hampir sama, maka setiap jam makan siang Jovan selalu dapat mendeteksi kehadiran Shawn di sekitar restoran ini juga. Namun, segala kemungkinan yang berulang kali dia pikirkan, mendadak buyar karena teringat pada ucapan Anne. Jika Shawn menyukainya, bukan suka sebagai teman lelaki, namun suka dengan imbuhan romansa gila di dalamnya. Jovan bukanlah lelaki rasis yang akan menghakimi

