Bab 44

1444 Kata

Seth masih berbaring, kepalanya menyender pada bantal, napasnya mulai teratur meski tubuhnya masih terasa berat. Tapi belum sempat ia bicara, Lavinia sudah naik ke atas tubuhnya. Gerakannya tenang, tak terburu. Tatapannya dalam, tak bisa dibantah. “Aku belum selesai,” ucapnya pelan, hampir seperti desah, tapi tak ada kelembutan dalam nadanya, hanya tekad. Seth sempat mengangkat alis, tapi sebelum ia sempat membalas dengan candaan, Lavinia menekan dadanya dengan dua tangan, menahan tubuhnya tetap rebah. “Diam. Sekarang giliranku.” Lavinia duduk tegak, rambutnya jatuh ke bahu, menutupi sebagian wajahnya yang mulai memerah. Tapi sorot matanya tetap menyala. Ia menggenggam kendali seperti seorang maestro yang tahu pasti ritme yang ingin ia mainkan. Tangannya menyusuri kulit Seth dengan pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN