Bab 45

1004 Kata

Elvano baru saja keluar dari lift eksekutif ketika langkah cepat menghentikannya. Suara itu familiar. Terlalu familiar. “Elvano.” Ia membeku. Napasnya tercekat sebelum perlahan ia menoleh. Aurelia berdiri di sana. Rambutnya sedikit berantakan, wajahnya lebih tirus. Tapi matanya masih sama penuh sesuatu yang tak bisa diartikan antara keyakinan atau manipulasi. “Aku perlu bicara.” Elvano tak langsung menjawab. Matanya memicing, mengevaluasi dari kepala hingga kaki. “Setelah berbulan-bulan kau menghilang, sekarang kau muncul di tempat kerja, seperti hantu yang tahu kapan waktunya menyerang?” Aurelia tersenyum tipis. Ia merogoh tas kecilnya dan mengeluarkan sesuatu. Amplop. Di dalamnya, terlihat secarik hasil USG. “Ini ... milikmu.” Elvano menahan napas. Ia menatap kertas itu, lalu A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN