Bab 56

1252 Kata

Pagi berikutnya, langit Jakarta berwarna kelabu. Lavinia berdiri di balkon kantornya di lantai tertinggi gedung Adine Group. Tangan kirinya menggenggam cangkir kopi, sementara mata kanannya menelusuri horizon yang mulai padat dengan deretan gedung pencakar langit. Laporan keuangan kuartal sudah dikirimkan ke mejanya. Tim komunikasi meminta konfirmasi soal undangan forum CEO Asia-Pasifik di Singapura minggu depan. Tapi Lavinia belum menjawab satu pun. Suara langkah sepatu Seth terdengar dari belakang. Ia membawa satu map cokelat dan ponsel kantor. “Maaf mengganggu pagi Anda,” ucapnya pelan. Lavinia menoleh sebentar. Lalu mengangguk, menyilakan. “Pak Surya minta tanggapan soal merger unit properti. Dan Elvano mencoba mengakses kembali saham Mahendra Group.” Lavinia tak langsung bereak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN