Bab 35

1230 Kata

Seth berdiri sedikit lebih jauh dari ruang tamu, setengah tersembunyi di balik pilar batu putih yang menghadap langsung ke koridor utama. Ia tidak sedang menguping. Tapi ia juga tidak berniat mundur. Baginya, Lavinia bukan sekadar wanita yang harus dijaga keselamatannya. Ia adalah satu-satunya alasan kenapa dunia yang absurd ini masih layak diperhatikan. Jadi saat langkah Lavinia terdengar mendekat dari atas, dengan nada sepatu yang sudah dikenalnya yang tenang, presisi, nyaris seperti sengaja menghitung waktu. Seth sudah tahu apa yang akan terjadi. Perempuan itu tidak pernah tampil dua kali dalam bentuk yang sama. Tapi satu hal pasti, ia tidak pernah datang untuk diam. Saat Lavinia melangkah masuk ke ruang tamu dan mulai melontarkan komentar pertamanya, Seth menghela napas. Tak ada e

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN