Bab 71

1244 Kata

Lukisan itu menggantung diam di dinding putih galeri, dengan latar jingga pudar dan goresan hitam di tengahnya. Lavinia berdiri mematung di depannya. Suasana senyap, hanya sesekali terdengar langkah pengunjung lain di lantai marmer. “Aku tak menyangka akan bertemu kau di sini.” Suara Elvano terdengar dari sisi kanan. Lavinia menoleh perlahan. “Kau selalu datang ke tempat seperti ini saat tidak punya tempat lain untuk melamun?” Elvano tersenyum kecil. “Kadang. Tapi hari ini tidak. Aku memang ingin melihat karya baru Sagara Putra.” “Lukisan ini tidak baru.” Lavinia bergeser sedikit. “Ini karya tiga tahun lalu. Tentang wanita yang pergi setelah diminta tinggal.” Elvano mendekat. “Kau sengaja memilih berdiri di depannya?” “Aku tidak pernah memilih. Aku hanya berhenti di tempat ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN