Bab 75

1107 Kata

Seth sempat menyender di sofa ruang tamu, tepat di depan jendela besar yang menampilkan cahaya samar kota. Tangan kirinya masih menekan luka di lengan kanan yang kini terasa panas dan lengket. Darahnya merembes, membasahi kaus hingga menempel kaku pada kulit. Rasa perihnya sudah tumpul, digantikan oleh kantuk berat yang datang begitu saja seperti gelombang pasang yang menenggelamkan kesadarannya dalam satu kedipan terlalu lama. Ia tertidur dalam posisi duduk, dengan kepala miring ke belakang dan napas panjang yang berat. Lavinia yang baru kembali dari dapur membawa baskom air hangat dan kain bersih, tertegun melihatnya sudah terlelap. Wajah lelaki itu tampak lebih tenang saat diam meski masih ada kerutan lelah di dahi dan sudut bibir yang sedikit menegang. Lengan kirinya jatuh longgar di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN