Aurora memandangi jari manis kirnyai yang kini tersemat cincin di sana. Cincin yang sejak setahun lebih disimpannya di laci lemari setelah Dirga memberikan benda tersebut padanya. Cincin yang beberapa menit lalu dipasangkan oleh lelaki itu di jari manisnya atas permintaan Aurora, setelah sebelumnya berhasil membuat Dirga bingung. Dia merasa bahagia saat ini. Merasa benar dengan keputusannya. Merasa tepat atas pilihannya. Namun hatinya juga masih merasakan ada sesuatu yang mengganjal, hingga membuatnya bertanya-tanya apa gerangan yang membuatnya seperti itu. Tak bisa dipungkiri, masih ada sedikit rasa takut yang tersisa di dalam dirinya tentang pengkhianatan. Mungkin itulah yang membuatnya merasakan ada sesuatu yang mengganjal. Akan tetapi, setahun ini dia selalu berusaha meyakinkan dirin

