Setelah Sekian Lama

2107 Kata

“Jadi, kapan kalian mau nikah?” Gina melipat kedua tangannya di d**a. Matanya tak lepas menatap dua manusia yang kini duduk di hadapannya bak pencuri yang tertangkap basah. Sementara Edo yang duduk di sebelah sang istri hanya bisa menahan tawa melihat bagaimana Dirga dan Aurora disidang oleh nyonya kesayangannya. “Serius deh. Emang bener kayaknya kalau sekarang kalian jauhan dulu. Emang lebih baik kalau kalian jarang ketemu. Bahaya soalnya kalau ketemu,” Gina melanjutkan omelannya. “Bahaya gimana sih, Na? Kita kan nggak ngapa-ngapain,” Dirga menyahut. “Lebih tepatnya nggak sempat ngapa-ngapain. Keburu kita berdua dateng. Kalau tadi kita telat sedikit aja, udah–” “Na, udah deh. Jangan mikir macem-macem dong,” sela Aurora dengan wajah memerah. Antara malu dan juga kecewa, sebab pada kenya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN