Dirga memandangi layar datar yang disandarkan pada tumbler di sebelah laptopnya yang masih menyala. Senyum lima jari merekah di bibirnya yang agak hitam ketika wajah sang kekasih muncul di layar tersebut. “Hai,” Aurora menyapa dari seberang sana. Senyum di bibir perempuan itu tak kalah lebarnya dengan senyum Dirga. “Cantik banget pacarku. Mau ke mana?” Tawa Aurora dan wajahnya yang sedikit memerah tersipu karena pujian darinya adalah hal yang selanjutnya Dirga lihat di layar ponselnya. Lelaki itu sempat menahan napas sejenak karena Aurora yang terlihat semakin menawan ketika tertawa seperti itu. “Kamu pulang jam berapa?” bukannya menjawab pertanyaan Dirga, Aurora malah balik bertanya. Tawanya sudah hilang, berganti dengan senyum tipis dari bibirnya yang sore ini dipoles lipstik berwarn

