“Aku seneng banget lihat kamu yang sekarang,” ujar Gema dengan jujur. Mereka baru saja menyelesaikan sesi konseling dan hari ini merupakan pertemuan terakhir mereka sebagai psikolog dan pasiennya. “Memangnya aku yang sekarang gimana? Beda sama yang awal kita ketemu lagi?” Aurora sebenarnya paham arah omongan Gema, teman baiknya semasa kuliah yang ternyata juga merupakan sepupunya. “Beda banget, lah. Kamu tuh, waktu itu kayak orang yang pengen banget mengakhiri hidupnya, dan ternyata memang begitu kenyataannya. Waktu itu kamu kayak mayat hidup. And now, you look better. Kamu yang sekarang, kelihatan lebih hidup. Lebih bahagia,” Gema mengucapkan semua itu dengan wajah tanpa dosa. Tapi ya… memang seperti itu yang sebenarnya. Saat pertama kali dipertemukan kembali dengan Gema, Aurora sedang

