Mantan Mertua

1802 Kata

Setelah pertemuannya dengan Nilam dan Ganendra beberapa waktu lalu, Aurora jadi benar-benar lebih terbuka pada mereka berdua. Ya, tidak sebenar-benar itu juga, sih. Tapi setidaknya, dia sudah mau membalas pesan atau mengangkat panggilan baik dari Nilam maupun Ganendra jika salah satu dari mereka menghubunginya. Pagi ini, Nilam bahkan mengunjungi Aurora. Perempuan itu terlihat membawa sesuatu di tangannya ketika Aurora membukakan pintu untuknya. “Pagi, Ra,” Nilam memberikan senyum terbaiknya ketika pintu sempurna terbuka. Masih ada kecanggungan di wajah Aurora yang membuat Nilam merasa sedikit mencelos hatinya, tapi dia sudah bertekad untuk berbesar hati menerima semua proses panjang yang harus dilaluinya untuk mendapatkan hati sang putri. “Pagi, bu,” Aurora melebarkan pintu dan mempers

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN