Dirga mengeratkan genggamannya pada jemari Aurora yang terasa dingin. Entah karena suhu ruangan yang rendah atau karena rasa gugup yang sedang dirasakan oleh perempuan kesayangannya itu. Lewat sentuhan hangatnya itu, Dirga ingin meyakinkan Aurora bahwa apa yang akan mereka lewati hari ini tak akan seburuk yang ada di dalam pikiran perempuan itu. “Pulang aja, yuk,” Aurora berujar pelan. Suara dan tatapan yang memelas membuat Dirga hampir luluh, namun dia tetap bisa menggeleng dengan tegas. “Aku sudah bertanya sekian kali tadi malam, memastikan kalau kamu benar-benar yakin untuk datang ke sini. Dan sekarang kita sudah di sini, kamu minta pulang. Kamu lihat kan tadi, gimana senangnya Tante Nilam dan Om Indra waktu melihat kamu datang? Eyang juga nggak kalah senangnya.” Dirga tahu, apa yang

