Rasanya, Dirga ingin seperti ini setiap pagi. Setiap hari. Duduk manis di meja makan sambil memandangi Aurora yang tengah sibuk di depan kompor entah membuat apa, sementara dirinya menikmati kopi yang tadi diseduhkan oleh kekasihnya itu. Dirga ingin terus seperti itu, dengan status mereka sebagai suami istri. Tapi rasanya akan sangat egois jika dia kembali membahas soal pernikahan, sementara dirinya tahu kalau Aurora masih belum siap untuk itu. “Pancake…” Aurora berseru riang ketika meletakkan dua piring yang di atasnya terdapat pancake pisang yang masih hangat. “Wow, look so delicious,” Dirga menerima pancake bagiannya dengan wajah berbinar. Lelaki itu bahkan belum mandi. Sisa bangun tidur di wajahnya masih bisa terlihat, pun rambutnya masih berantakan. Namun dia begitu bersemangat men

