Berhenti Mengejarnya

1868 Kata

“Aku mau minta maaf,” Reyhan tidak peduli dengan wajah Aurora yang jengah karena kedatangannya. Dia duduk dengan tenang di sofa ruang tamu setelah tadi Aurora mempersilahkan dirinya masuk. Lelaki itu cukup bersyukur karena sang mantan istri tidak mengusirnya seperti yang dilakukan oleh perempuan itu tempo hari. Di sepanjang perjalanan tadi, lelaki itu berpikir mengenai apa yang harus dikatakan saat sudah berada di hadapan Aurora. Dia juga berharap kalau perempuan itu tidak mengusirnya, dan untungnya hal tersebut tidak terjadi. Meskipun menyambutnya dengan wajah kesal, tapi Aurora tetap membukakan pintu untuknya dan masih mau mempersilahkan lelaki itu masuk. Aurora melipat kedua tangannya di atas perut dan membalas tatapan Reyhan dengan datar. “Kamu sudah berkali-kali minta maaf,” balasny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN