44. PERPISAHAN

1482 Kata

Sebelas Tahun yang Lalu. Bandung. Perpisahan. "Aku hamil, Kak." ucap seorang gadis berwajah pucat dengan deraian air mata yang kian menjadi. Dia sudah berkali-kali menghubungi laki-laki dihadapannya sekarang untuk memberitahukan kondisinya saat ini, namun laki-laki itu seolah tak menghiraukannya dan malah justru terus menerus menghindar. "Ya terus apa urusannya sama gue?" ucap Hardin tanpa sedikit pun perasaan bersalah. "Tapi anak di perut aku ini anak Kakak. Jadi kakak harus tanggung jawab." Luwi kembali memelas. Dia sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa sekarang. "Bodo amat! Emang gue perduli! Lo nggak usah kegeeran ya. Jangan lo pikir selama ini gue itu beneran suka sama lo, nggak! Gue sama sekali nggak pernah suka sama lo, apalagi cinta! Bulshiit! Masa depan gue masih panjang.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN