"Setahu saya dulu pak Dika dan pak Roy sangat akrab. mereka bahkan membangun perusahaan ini sama-sama, sampai masalah tiba-tiba muncul. pak Roy seakan berubah, ia menjadi orang yang tamak. ia bahkan tega memfitnah pak Agus. manager pelatihan dulu. semua karyawan tahu jika itu salah pak Roy, tapi kami tak bisa melakukan apa-apa. begitupun saya, setiap saya ingin melapor pak Dika selalu saja dihalangi pak Roy.. heemm... sampai kecelakaan itu terjadi. sa-saya.. sungguh menyesal tak bisa melakukan banyak hal untuk pak Dika. karena itu saya mencoba bertahan disini. saya dengar kabar dari pak Agus, bahwa Nesa putri pak Dika selamat, saya berharap sepulangnya ia dari luar negeri. ia yang akan menggantikan posisi pak Roy. saya selalu menunggu hari itu" cerita bu Rahma, tampak guratan kekecewaan ju

