Aku berpura-pura tidak mengetahui bahwa ada tiga orang yang kasak-kusuk dibelakangku. Edel, Tika, dan Rita dari tadi saling berdebat siapa yang akan mendekatiku duluan. Aku masih sibuk dengan novel yang aku baca dan telinga yang disumpal headphone. Kalau sikapnya begini pasti mereka ingin meminta bantuanku dan sudah pasti ini masalah pergaiban. "Wah?" Pundakku dicolek dari belakang. "Hmm." Aku masih tetap diam. "Wah!" Headphoneku terlepas dan novelku ditutup. Akhirnya aku berbalik menghadap mereka. "Apa?” Mereka saling pandang memberi kode siapa yang mulai bicara duluan. Aku sempat melirik ke belakang Tika ada sosok perempuan cantik berambut panjang, baju yang dikenakannya menunjukan dia adalah seorang putri bangsawan. Aku baru pertama kali melihatnya di sekolah, mungkin dia tanpa se

