Hari ini aku memilih tidak masuk sekolah. Migrainku kambuh lagi, membuatku hanya bisa berbaring di kasur. Masalah kemarin membuatku banyak pikiran. Tidak ada yang bisa aku ajak bicara. Aku seolah sendirian. Bisikan yang aku dengar kemarin masih terngiang dipikiranku. Kalau dipikirkan memang benar ucapannya, aku ini terlalu bodoh dan naif. Aku sudah berkomunikasi dengannya. Dia lebih suka dipanggil Nyai daripada nama aslinya. Tebakanku benar dia adalah seorang bangsawan atau lebih tepat putri dari salah satu selir. Aku tidak akan membahas lebih jauh mengenai jati dirinya karena aku sendiri masa bodoh dengan hal itu. Awalnya aku mengira dia ada maksud buruk saat mengikuti Tika. Tapi setelah aku mendesaknya dia akhirnya mengaku bahwa sebenarnya dia ingin melarikan diri dari tempat asalnya.

