Prolog

205 Kata
Saat kecil aku seperti anak normal pada umumnya Semua berubah ketika mereka mulai muncul di hadapanku Mereka sama seperti manusia bedanya mereka bisa terbang Sering aku melihat mereka menembus dinding Aku yang tidak tahu apa-apa justru kagum melihatnya   Semakin aku dewasa, aku sadar Tidak ada yang bisa melihat mereka selain aku Orang lain menganggapku berhalusinasi Tapi aku tahu yang aku lihat nyata adanya   Ini kisahku sebagai anak indigo   *** Pesan untuk pembaca : Cerita ini berdasarkan pengalamanku sendiri. Tidak akan sama persis karena ada beberapa bagian yang aku ganti untuk menjaga privasi orang lain dan 'mereka'. Ada juga yang aku ganti karena lupa kejadiannya aslinya.  Karena aku menulis berdasarkan pengalamanku sebagai anak indigo, tentu cerita ini akan berisikan makhluk halus dan dunianya. Jika saat membaca kalian merasa pusing atau ada bagian tubuh terasa berat bisa saja ada 'sesuatu' sedang berada di dekatmu. Kalau kalian tidak nyaman berhentilah sejenak dan minum segelas air putih. Hehehe. Lewat tulisan ini aku berharap kalian dapat mengerti bahwa menjadi anak indigo tidak semudah yang kalian bayangkan. Mungkin kalian berfikir menjadi anak indigo itu keren karena bisa melihat dunia lain. Tidak semudah itu, anak indigo selalu bersinggungan dengan dunia yang sangat berbeda dengan dunia nyata.  Ayo ikuti kisahku sebagai anak indigo!
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN