Hakken menatap Kagume yang kini terbaring lemah, dia hanya bisa berharap semuanya belum terlambat. Wanita terkasihnya sedang memperjuangkan hidup dan mati. Napas Kagume juga tersengal dan tubuhnya mendingin Para pemimpin klan menatap pemimpin mereka, sedangkan Ludino sekarang berdiri dengan kedua kakinya, namun harus dipapah oleh Hagai dan Hugo. Pria itu hanya bisa diam, dia hampir tak memiliki tenaga. Tak jauh darinya Yasu juga sama, wanita itu menatap kearah ratu tertinggi dengan pandangan nanar, ada rasa hampa di hatinya dan dia menyadari satu hal. Kagume terluka dan dia mati-matian menahan sakit pada tubuhnya. Keadaan Dunia Bawah kini begitu buruk, tanaman mati dan tanah gersang. Tak ada lagi bangunan megah istana dan tak ada lagi air jernih yang mengalir, semua air berubah menjadi

