Kagume menatap orang yang ada di depannya, senyum orang itu tetap saja sama. “Omega, kini kebahagiaan telah kau miliki, bukan dengan akhir kematian. Tapi dengan sebuah cinta yang besar dari semua orang. Aku akan mengembalikan apa yang seharusnya kau miliki, seseorang yang lama menunggu akan hari ini untuk bersama denganmu. Seseorang yang lama bersama kami di atas sana dan merindukanmu.” “Malaikat Gabriel, apa yang ingin Anda berikan?” Kagume mundur beberapa langkah. Malaikat Gabriel memijakan kakinya, lalu menatap semua orang. Malaikat Gabriel membuka buku kehidupan, cahaya menyilaukan mulai muncul. Rembesan cahaya itu masuk kedalam tubuh Kagume. “Seorang anak tanpa dosa telah menjadi korban seribu tahun lalu. Janin yang belum sempat tumbuh di ambil dan di jadikan hadiah saat semua tug
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


