Angkasa menatap Tita dengan pandangan tidak percaya. “Tita jangan kekanak-kanakan. Bulan itu hanya teman kerja dan aku sudah menikah dengan kamu,” tegas Angkasa. Tita menarik selimut dan menutupi tubuhnya. “Sekali enggak tetap enggak!” cetus Tita dan memunggungi Angkasa. Keesokan paginya, Tita benar-benar dipusingkan dengan aksi Balqis yang mogok bicara dengannya. Selain itu Angkasa juga mengabaikannya. Hati Tita semakin kesal dan sedih. Memangnya siapa Bulan sehingga membuat suami dan anaknya kompak mengabaikan dirinya? Ada rasa takut yang besar di hati Tita jika kehadiran Bulan akan menghancurkan kehidupannya. Ia bisa merasakan walaupun sedikit tetapi Angkasa masih menaruh hati, apalagi Bulan yang terlihat sangat mengharap.

