Tita menatap bingung Balqis yang tengah menangis. Ia terkejut ketika menjemput Balqis, putrinya itu tengah menangis dan ditenangkan Kak Amel. Namun Balqis tidak juga berhenti menangis, malah begitu melihat dirinya tangis Balqis semakin menjadi. “Aqis, jangan nangis.” Bujuk Tita kaku dan menatap Kak Amel yang juga sedang menenangkan gadis kecil di pelukannya. “Mama, Aqis sebel sama Hani! Hiks.. hiks.. Hani ngerebut Ibra dari Aqis?!” adu Balqis memeluk erat leher Tita. “Hani enggak rebut Ibra?! Kemarin Ibra janjian sama Hani mau main karet, terus Aqis tiba-tiba ikutan enggak ijin Hani, Mama Balqis?!” ucap gadis bermata sipit, Hani dengan mata sembab. “Memangnya Aqis enggak boleh ikut main sama Hani dan Ibra ya? Kan lebih asyik banya

