“Udah sore,” gumam Tita melirik ke arah jendela perpustakaan. Angkasa yang sedang meneliti tulisan Tita ikut menengok ke arah jendela. Ia melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 4 sore. Tidak terasa, padahal ia merasa waktu berjalan begitu lambat. “Ini sudah lumayan benar, sebagian udah saya stabilokan supaya diperbaiki lagi.” Ucap Angkasa memberikan kertas polio yang penuh coretan pada Tita. “Sudah sore, kita pulang sekarang saja,” Tita mengangguk dan membereskan peralatan tulisnya. Setelahnya ia berjalan di belakang Angkasa yang sedang menuliskan buku absen perpustakaan. Ia ingin segera pulang, perutnya sudah lapar. Angkasa tiba-tiba menghentikan langkahnya dan berbalik. “Mau makan dulu?” “Hah?”

