Lima Puluh Tujuh

1625 Kata

maaf telat update ^^ Happy reading               Tita capek, kakinya pegal, badannya terasa lengket karena keringat. Ia sudah berputar-putar ke setiap alamat untuk melamar pekerjaan. Namun hasilnya nihl, ia ditolak hanya karena masih sekolah.             Padahal hampir semua tempat yang ia datangi memiliki jam kerja yang cocok dengannya, tetapi tetap saja pemilik tidak mau memperkejakannya.             Tita menghabiskan minuman sekali teguk dan membuangnya ke tempat sampah. Gadis itu lalu memijat-mijat kakinya yang terasa pegal karena berjam-jam mengayuh.             Tita baru menyadari ia berada di pinggir jalan tepat di sebrang perguruan tinggi negri. Kampus almamater Ibunya. Mendapatkan ide baru, Tita membawa sepedanya masuk ke dalam kampus.             Kuliah. Hal yang tidak ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN