Empat Puluh Empat

1124 Kata

            “Ma,” panggil Tita kepada mertuanya yang sedang duduk menonton TV seorang diri.             Akhirnya Angkasa dan dirinya memutuskan untuk menginap karena Maya memaksa. Lebih tepatnya memaksa Angkasa dan Balqis, sementara dirinya seperti tidak diharapkan untuk menginap.             Maya melirik namun kembali menatap TV lagi.             Tita menghela napas, matanya melihat-lihat figura foto yang terpajang di meja antik. Banyak foto keluarga, foto Balqis dan... foto Angkasa bersama Bulan.             Hati Tita terasa sakit. Diantara foto-foto itu tidak ada fotonya sama sekali.             Mengabaikan rasa sakit, Tita memegang foto itu dan menatapnya lama. Foto itu tidaklah mesra namun entah bagaimana membuat dirinya merasa cemburu. Angkasa duduk bersebelahan dengan Bulan, d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN