“Lagi ngapain?” tanya Angkasa pada Tita yang terlihat fokus dengan HPnya. Tita segera mematikan HPnya dan menyimpan ke dalam laci. “Gimana Aqis?” “Agak demam, tapi aku udah kasih paracetamol.” Ketika ia pulang ke rumah, Bi Mae melaporkan jika Balqis muntah-muntah begitu pulang sekolah. Tubuh gadis itu juga panas dan pucat. Tadinya Angkasa akan membawa Balqis ke dokter, namun mengingat diluar hujan deras dan kondisi Balqis yang sudah tertidur pulas, akhirnya Tita menyarankan untuk merawat Balqis di rumah. Melihat gejala yang dialami putrinya, Tita meyakini jika putrinya mengalami flu perut karena Balqis terus mengeluh perutnya yang sakit, dan feses berdarah. Untungnya demam tidak mencapai 40 derajat.

