Dua Puluh Tujuh

820 Kata

        “Angkasa!” teriak Tita ketika ia melihat Angkasa yang baru sampai sekolah.         Angkasa yang hendak masuk ke dalam kelas, menoleh dan mendapati senyum riang dari Tita.         “Baru datang?” tanya Tita sambil menyelipkan helaian rambutnya ke belakang.         Angkasa mengangguk. Tatapannya mengarah ke sekeliling, beruntung sekolah masih sepi. Entah mengapa Angkasa tidak ingin hubungan barunya dengan Tita diketahui orang lain.         Bagaimana pun, hatinya masih sangat mencintai Bulan, ratu Bulannya.         Angkasa masuk ke dalam kelas diikuti oleh Tita. Ia menyimpan tasnya dan berjalan kembali menghampiri Tita yang sedang merapikan buku-bukunya. Senyum lebar menghiasi paras cantik gadis itu. Melihatnya membuat hati Angkasa dilanda rasa bersalah.         “Hmm... Tita,” p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN