bab 4

975 Kata
bab 4 di sinilah irina,berkutat dengan setumpuk gelas gelas dan piring kotor,sesekali bimo menyuruh irina untuk melayani pelanggan dengan memberikan minuman hasil racikan yang bimo buat,bimo juga mengajarkan irina bagaimana cara meracik minuman,pria muda dengan kulit eksotis dan rambut ikal itu sangat ramah untuk ukuran orang yang baru mengenal wanita asing "rin,kamu kenapa ga di tempatin di atas..." bimo menunjuk tempat para penari tiang yang sudah mulai memasuki area panggung dengan 4 tiang berdiri kokoh yang siap untuk di jadikan alat oleh para penari,mata irina menoleh memperhatikan para wanita berpakaian sama sepertinya sedang memulai aksi mereka,membuka sedikit demi sedikit belahan baju mereka dan mulai meliuk liukan tubuh mereka pada tiang itu, irina sedikit tercengang melihat sosok wanita cantik,dia kenal sudah lama dengan kokom, tetangganya,yang menolong irina hingga berada di tempat laknat seperti ini,namun irina tidak banyak tahu tentang pekerjaan kokom yang sesungguhnya dan tidak tahu tentang kehidupan kokom yang sesungguhnya, irina menoleh pada bimo,menggedikan bahu sebagai jawaban ketidaktahuan nya, irina fikir setelah kokom dan teman temannya menari mungkin mereka akan menjual tubuh mereka "hahaha,kamu itu belum lihai na,karyawan baru yang kerja di sini,semua tidak bisa sembarangan menari di atas sana na,makanya kamu sama aku di sini, atau kaya mereka tuh yang cuma bersih bersih" bimo menunjuk salah satu pelayan club yang sedang membersihkan meja dan membersihkan sampah, bimo menjawab kebingungan yang irina perlihatkan, tanpa irina bertanya bimo menceritakan semuanya,memberikan informasi tentang pekerjaan mereka semua "lalu apa bedanya aku sama mereka ka" jawab irina ketus,bimo terkekeh mendengar jawaban dari gadis cantik itu "mereka berlatih khusus na untuk bisa menjadi seorang penari, termasuk mery,dia wanita cantik yang berbakat,bayarannya sangat mahal di banding semua wanita di sini, maka dari itu dia berani membawamu bekerja di sini" menambah rasa penasaran irina, mereka duduk sambil menunggu pelanggan yang memesan minuman, kebetulan sekali hari ini terlihat tidak begitu banyak pelanggan yang memesan minuman "bukannya teh... maksud ku ka mery,dia menju..u.." "menjual tubuh atau p*****r ?" ucapan irina terpotong oleh bimo yang memberikan jawaban sangat gamblang "ha ha ha" gelak tawa terdengar sangat kencang dan bimo merangkul pundak irina,lalu menunjukkan irina beberapa orang yang berbeda penampilan "itu..." tunjuknya "wanita itu,mereka dan mereka" irina memperhatikan bimo menunjuk beberapa wanita cantik, sexy, sedang duduk bersama para pria tua, tidak semua tua,adapula yang masih sangat muda "mereka...velacur,tidak mengenakan seragam seperti kita" irina menoleh pada bimo,ada sedikit rasa syukur dalam hati irina mengetahui bahwa kokom bukan seorang p*****r,hingga irina tidak perlu menjual tubuhnya demi melunasi hutang hutang keluarganya,bimo sepertinya tahu jika irina gadis yang pendiam,bimo bangun dari duduknya karna seseorang datang dan memesan minuman "berapa usiamu na?" bimo bertanya di seiring tangannya yang lihai membuat racikan,irina di buat terpaku untuk kesekian kalinya,melihat begitu lihainya tangan bimo meracik minuman, hingga gelas itu melayang layang di udara "15 tahun" "apaaa" teriak bimo hingga ia menunda meracik minuman karena kaget "bagaimana bisa usia semuda kamu berada di tempat seperti ini na ? bukankah kamu seharusnya sekolah ?" " hmmmzz,aku terpaksa ka" irina kemudian pergi ke belakang dengan membawa gelas gelas kotor yang berada di meja,bimo melihat raut wajah sedih irina, gadis ini begitu muda untuk memasuki dunia gelap seperti ini,apalagi alasan seseorang terjun dalam dunia gelap ini jika bukan uang alasan mereka,tetap saja sesuci sucinya mereka bekerja di sini,mereka semua buruk di mata semua orang. di sudut lain,seorang pria muda tengah memperhatikan interaksi antara irina dan bimo,dia adalah pemilik club malam ini,seorang pengusaha muda di luar sana yang di gilai banyak wanita,RAZAN BRAMA orang orang memanggilnya ZAYN *** pagi hari di apartemen kokom, irina sudah menyiapkan sarapan nasi goreng untuk mereka makan, irina cukup tahu diri dengan menumpang hidup di apartemen kokom,maka dari itu irina membuat sarapan pagi,walaupun mata irina masih terasa lengket karena mengantuk. " waah..na kamu masak ?" kokom yang baru keluar dari kamar mencium aroma sedap dari arah dapur dan melihat irina sedang berkutat dengan kompor,membuat kokom menghampirinya dan duduk di sebuah kursi yang menjadi pembatas dapur itu dengan meja panjang namun kecil "iya teh..." "aduhh wangi banget na,teteh coba ya,laper,hehehe" irina mengangguk sebagai jawaban dan ikut malahap nasi goreng buatannya,mereka duduk di pantry dapur, keheningan melanda,hanya dentingan garpu dan sendok yang terdengar "teh.." irina membuka suara, ucapannya terjeda,rasanya berat untuk bertanya,namun banyak pertanyaan mengganjal sejak semalam,kokom melirik irina dengan penuh tanya "maaf teh,teteh enggak jadi p*****r ?" irina sedikit menundukan wajahnya,merasa tidak enak hati bertanya sefrontal itu "engga rin, seperti yang kamu lihat, teteh hanya jadi penari" kokom menjawab dengan sedikit kekehan "syukurlah teh,tapi kenapa di kampoeng..." "biarlah mereka mau beranggapan seperti apa rin" ucapan irina terpotong oleh jawaban yang menurut irina tidak adil dan kokom sudah menaruh curiga bahwa irina mempunyai pemikiran yang sama tentang dirinya,tentang dia menjadi seorang p*****r,maka dari itu kokom membiarkan irina dengan segala pemikirannya,ingin mengetahui apakah benar gadis itu ingin bekerja seperti kokom dan dugaannya benar,irina nekad untuk menjadi seperti kokom seorang p*****r di mata warga demi menghidupi keluarganya,namun kokom tidak menjadi seorang p*****r,semua warga menghakimi dia dan keluarganya,menjadikan kokom bahan cemoohan,namun kokom berfikir biarlah semua orang menganggap dia rendah, toh memang pekerjaannya sangat rendah dengan menampilkan kemolekan tubuhnya di hadapan para p****************g, kokom tidak menampikan itu,dirinya memang w************n, namun dia tidak menjual tubuhnya kepada sembarangan p****************g,yang irina belum tahu walaupun kokom tidak menjual tubuhnya namun pelecehan sering dia alami, kokom sudab terbiasa, dengan bakat menari yang dia miliki, banyak lelaki yang ingin menjadikan kokom sebagai wanita simpanannya,namun kokom selalu menolak, karena kokom mencintai kekasihnya, kekasih yang mencintai kokom apa adanya "rin..." kokom berbicara hati hati "iya teh" " hmmm mengenai pria yang semalam" kokom menimang ucapannya,irina menautkan kedua halisnya "pria yang kamu bilang b******k" " teteh mengenalnya ?" kokom mengangguk sebagai jawaban,bagaimana dia tidak mengenal zayn,pria dingin penguasa club malam itu, pria pemilik club malam itu,tidak ada yang berani membantahnya, namun entah kenapa zayn seperti tertarik pada irina dan itu membuat kokom sedikit khawatir "bisakah kamu tidak terlalu... hmm ketus dan membuat dia marah" "kenapa ?" tanya irina heran " aah lupain deh,ga penting,tapi kamu harus lebih berhati hati rin" kokom memperingati irina,mengelus telapak tangan irina,rasa khawatir begitu mendera,alangkah buruknya jika gadis itu masuk dalam kehidupan zayn,fikir kokom. *** **HAI HAII ADA YANG NUNGGU.. MAAF YA CEUCEU INI EMAK YANG SUPER SIBUK NGURUSIN BOCAH, TAPI AKAN DI USAHAKAN UPDATE KOK, SEMOGA KALIAN SUKA. FOLLOW AKU YA IG @ ayu's nickyberry FB ayu's nickyberry aku ga mau nutupin identitas diri aku kok, kalian bisa liat aku di sana. salam sayang soe???**
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN