bab 5

1213 Kata
vote donk ??? seminggu berlalu,irina tak pernah melihat pria yang menciumnya secara tiba tiba dimana irina pertama kali bekerja,zayn yang irina ketahui tidak pernah menampakan batang hidungnya,nyatanya ciuman itu mampu membuat irina mengingat wajah tampan zayn,rahang yang kokoh mempertegas ketampanan pria muda yang irina kira usianya sekitar 22 tahun,pria gila yang tiba tiba mencumbunya,yang membuat ingatan akan wajahnya melekat dalam otak irina,wajah indo campur arab menambah kesan tersendiri bagi irina,mengingat ciuman itu membuat irina di liputi amarah bercampur malu irina sedang membuat racikan minuman,karna irina sekarang lebih sering membantu bimo,irina mulai mengetahui Banyak jenis minuman, yang harus benar-benar irina kuasai seperti anggur, koktail, likeur, dan juga bir. seiring berjalannya waktu walau hanya 1minggu irina dapat menggali skill nya dalam meracik minuman,ia harus bisa menyajikan minuman koktail klasik,dan lain lain, benar irina tidak pandai dalam menari, beberapa kali kokom dan teman temannya mengajari irina,namun nihil ia begitu kaku dalam meliukkan tubuhnya di atas tiang itu,irina menyerah dan lebih memilih untuk menjadi bartender dan mencuci gelas saat irina sedang mencuci,terdengar teriakan kokom menyerukan namanya,kokom terlihat panik "rin.. irina...rinaa..." kokom berlari mencari irina d belakang bar "ada apa ?" tanya irina khawatir " rin, teten dapet kabar, bapakmu rin, bapakmu meninggal" prank.. gelas yang irina pegang terjatuh di lantai,entah apa yang irina fikirkan,hatinya sakit mengingat sosok bapak yang ingin bahagiakan,namun Tuhan maut merenggutnya terlebih dahulu, ingin ia menjerit bertanya,kenapa dunia selalu tidak berpihak padanya ? dimana letak kesalahanya ? mengapa hidupnya harus sesulit ini ? mengapa Tuhan mengambil nyawa bapaknya, sosok yang begitu irina cintai, sosok yang lembut, pejuang keras yang tidak pernah mengeluh pada Tuhan akan dunia yang tidak adil dalam kehidupan mereka,tangis irina pecah,mengingat hari kepergiannya dari rumah saat itu,mengingat hari memulung rongsokan,mendapatkan upah,membeli makanan untuk di bawa pulang,melihat sosok bapak yang terkadang jarang sekali bersedih, 'kenapa Tuhan seperti membenciku ' gumam irina dalam hati malam itu kokom mengantar irina untuk pulang ke bogor, kokom khawatir jika irina pulang sendiri,naik kereta itu tidak mungkin mengingat kondisi irina seperti ini, dia lebih banyak murung, hanya isakan tangis yang keluar dari bibir mungilnya,gemercik hujan mengiringi perasaan seorang gadis yang di liputi amarah besar karna tidak berada di samping orangtuanya di saat nafas terakhirnya. 'bahkan bapak belum merasakan hidup senang,kenapa Tuhan sudah memanggilnya' gumam irina *** 2 hari setelah irina pulang,ia memutuskan untuk kembali ke jakarta untuk bekerja,ahmad saat itu datang untuk berbela sungkawa,hati irina menghangat tak kala ahmad memeluknya erat,seolah saat itu ia mengatakan 'semua akan baik baik saja' sekarang yang menjadi beban terberat irina bagaimana dia mempunyai uang untuk melunasi hutang hutang orangtuanya,hutang selama perawatan di rumah sakit,pengobatan 5 hari ayahnya sebelum beliau menghembuskan nafas terakhirnya,ibunya berkata tidak memiliki pilihan lain,untuk operasi saat itu memang menggunakan kartu kesehatan yang bapak dapatkan gratis dari pemerintah,berkat di bantu oleh keluarga kokom dalam mengurus segala hal, termasuk meminjamkan uang untuk menebus obat obatan yang sangat mahal,karna obat obatan itu tidak dapat di cover oleh kartu kesehatan gratis itu,lantas jika seperti itu tetap saja bukan rakyat jelata seperti irina merasa semakin kesulitan, harga obat obatan yang terbilang cukup mahal,jika bukan berkat bantuan keluarga kokom entah apa yang ibunya dapat lakukan saat itu, irina tidak di sana, dia mengetahui dari kokom bapaknya sakit,hanya saja ibunya tidak tahu jika irina bekerja dengan kokom di tempat yang sama,irina meminta keluarga kokom merahasiakannya,namun irina selalu mendapat informasi dari kokom mengenai keluarganya "ibu....apa yang harus aku lakukan" lirih irina namun kokom dapat mendengar ketika posisi kokom berada di belakang tubuh mungil irina,irina banyak melamun seperti sekarang ketika dia sedang mencuci gelas gelas dan piring,fikirannya melayang mengingat 2 orang tersayang yang jauh di sana,bagimana nasib ibu dan adiknya lutfi,mengingat mereka membuat air mata irina menetes begitu saja kokom mengusap pundak irina,menguatkan gadis itu,kenapa gadis itu begitu malang,kokom selalu berharap irina mendapatkan kebahagiaan "sabar ya rin,,,kamu harus kuat demi mereka" irina hanya membalas dengan anggukan,bibirnya kelu seolah tidak ada kata yang dapat mewakili hidupnya,dia terlalu sakit dan membenci dunia saat ini,takdir seolah mengombang ambing hidupnya,tidakkah lebih baik irina mati saja ? **** satu bulan berlalu, irina sudah bisa mendapatkan gajih pertamanya, dia segera mengirim kepada ibunya,walaupun dengan nominal tidak besar,tapi semoga dapat memenuhi kebutuhan ibu dan lutfi saat ini. senyuman tak luntur dari irina, sekarang hari kamis, dimana irina mendapatkan libur pada hari ini,irina sengaja berkeliling mencari kontrakan,irina tidak ingin menyusahkan kokom terus menerus,terlebih jika kekasih kokom datang,irina akan pergi keluar dengan alasan akan menemui ahmad, padahal irina tidak terfikirkan sama sekali bertemu dangan ahmad,namun hari ini irina teringat ahmad sahabatnya yang membantu irina pergi dari kampoeng saat itu,irina mencoba merogoh benda pipih dari tasnya, irina mampu membeli handphone dengan gajih pertamanya, walaupun tidak secanggih milik teman teman club nya, namun irina yakin benda itu dapat membantu irina berkomunikasi, terfikir ide jahil,irina mencari kontak ahmad dalam buku kecil yang ia simpan me : hai.... ahmad : siapa..? me : pengagummu ? irina kira ahmad akan mudah tergoda,namun balasan pesan watsapp dari pria itu justu membuat irina mengerucutkan bibirnya ahmad : aku tidak meladeni orang yang tidak jelas,aku akan blok no ini ! me : coba saja jika berani !kau tidak akan pernah bertemu lagi denganku ! me : send picture.... irina mengirim gambar dirinya yang sedang meminum minuman dengan isian jelly berbentuk bulat bulat berwarna hitam, satu kata mewakili irina cantik ahmad : ya Tuhan...irina bagimana bisa,kamu membeli handphone ? syukurlah maaf akhir akhir ini aku sibuk minggu lalu tidak bisa bertemu me : ?? it's ok mad ahmad : kamu lagi apa me : minum ahmad : ya aku tahu, maksudku dimana ? me : ?cafe coffe,kenapa ? ahmad : tunggu aku di sana,aku menuntut banyak penjelasan dari kamu,aku juga merindukanmu rin. me : "aku tunggu di halte" irina tersenyum mendapat balasan chat dari ahmad yang mengatakan merindukanmu,mungkin ahmad merindukan irina sebagai seorang sahabat. akhirnya irina memberitahu tempatnya saat ini, karna ahmad bersikeras ingin menemani irina mencari kontrakan,irina fikir tidak masalah pergi berlama lama karna di apartemen sedang ada kekasih kokom, mungkin irina lebih baik pergi agak lama,memberikan kokom privasi dengan kekasihnya,karna sejak kehadiran irina kekasih kokom jarang ke apartemen. saat irina sedang berjalan ke depan untuk menunggu ahmad di halte bus,tiba tiba sebuah mobil melesat kencang ini melewati trotoar,hampir saja irina tertabrak, sedikit saja jika irina melangkahkan satu kaki nyawanya benar benar terancam, mobil tersebut menabrak pohon,irina hanya mengalami lecet lecet kecil karna ia menghindari mobil tersebut dan tubuh irina terhempas jatuh. pemilik mobil keluar, melihat kondisi irina, di situ sudah banyak warga berkerumun membantu,sosok pria tua sudah berumur,namun masih tampan,pria tua itu menghampiri irina "kamu tidak apa apa ?" irina menggeleng sebagai jawaban,ponselnya berkali kali berdering,irina tahu sepertinya ahmad sedang menunggunya, "ayo kita ke dokter,badan mu lecet,maaf karna supir saya sedikit mengantuk" "engga apa apa om,saya baik baik ajah, saya pergi dulu,teman saya sudah menunggu" pria tua itu tersenyum dan mengangguk, membiarkan irina pergi, namun pria tua itu melihat sebuah name tag bertuliskan irina yang terjatuh di bawah,saat akan mengembalikan irina sudah pergi menjauh,pria tua itu antonio membalikkan name tag irina dengan senyum tak luntur mengetahui dimana irina bekerja "kau harus jadi milikku" batin antonio.. ***** HAI HAI... ceuceu balik lagi ni... eh kemana Zayn ya ? kok ga nongol sih ? auu aah gelap, abang zayn belum menampakan keganasannnya ! apalagi di ranjang ! hahaha jangan lupa follow ceuceu ya IG @ ayu's nickyberry Fb @ ayu's nickyberry salam sayang soe ???
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN