Tiga Puluh

1106 Kata

Malam ini, Lucy mendatangi sebuah restauran. Perutnya tiba-tiba ingin makan di restauran favoritnya ketika berlibur di sini bersama orang tuanya dulu . Duduk manis seorang diri bukanlah masalah untuknya, kayaknya. Ia tadi sempat menghubungi seseorang untuk datang menemaninya. Yah, jika tidak sibuk. Sayangnya, ia tidak mau berharap banyak. Hanya saja, duduk sendiri begini, mengingatkannya akan masa lalu. Bayangan dirinya dipermalukan di depan umum, masih sangat melekat sampai detik ini. Meski ia terlihat biasa saja tapi tidak ada yang tahu mengenai ke insecure an dalam hatinya. Namun, cukup dirinya. Tidak boleh ada orang yang tahu mengenai hal itu. Kini hanya perlu mensugesti diri, jika di sini hanya dirinya. Tidak ada orang lain yang mengenalnya. Maka ketakutan itu akan hilang. Sudah li

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN