Lucy dan Tian sampai tujuan. Mengingat kondisi Lucy, Tian memutuskan untuk membawa Lucy ke penginapan, lagipula langit sudah menunjukkan langit gelapnya. Besok paginya, barulah ia akan membawa Lucy ke tempat Anne. Usai mengantar Lucy ke kamarnya, Tian segera menuju kamarnya sendiri. Mandi kemudian mengistirahatkan diri. Pikirannya masih logis, untuk tidak satu kamar dengan Lucy. Baru keluar dari kamar mandi, seraya mengeringkan rambut dengan handuk. Pintu kamar hotelnya di ketuk. Hanya menggunakan celana panjang, Tian berjalan ke arah pintu. "Astaga!" Jeritan satu sosok di depannya, mengejutkan Tian. Begitu pun sosok itu, yang terkejut melihat penampilan Tian. "Kau mau pamer?" "Pamer?" Tanya balik Tian, dalam pertanyaannya tersebut ada bingung dibaliknya. "Tuh." Tian mengikuti arah t

